JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman yakin prestasi atlet gulat Indonesia akan kembali mencapai kejayaannya di level internasional minimal SEA Games.

Keyakinan Tono itu didasari oleh dua hal penting yakni organisasi yang solid dan program yang berjenjang. ‘’Kepengurusan PGSI sekarang ini sebagian besar dihuni oleh mereka-mereka yang berpengalaman,’’kata Tono seusai melantik kepengurusan lengkap Pengurus Besar Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PB PGSI) masa bakti 2013-2017 pada Sabtu, (16/3) malam di Hotel Grand Cempaka, Jakarta.

Menurut dia, kepengurusan ini sebagian besar sudah punya pengalaman dalam mengorganisir olahraga gulat, mereka sudah punya program pelatnas sampai Desember.

Apalagi, lanjutTono, keyakinan tersebut juga didasari atas munculnya nama Sutiyono sebagai Ketua Umum PB PGSI untuk masa bakti 2013-2017.

“Saya lihat beliau punya pengalaman memimpin organisasi, kuncinya ya yang jelas ada kepemimpinan, punya integritas dan memiliki keinginan membangun olahraga gulat,” ujar mantan Ketua Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) itu.

Susunan PB PGSI 2013-2017 menempatkan Sutiyono sebagai Ketua Umum menggantikan Wafid Muharram yang tersangkut masalah hukum korupsi pembangunan Wisma Atlit Palembang.

Sutiyono didampingi dua orang wakil ketua umum masing-masing Ramidin Saragih dan Sudrajat Prawirasaputra. Sementara posisi Sekjen PGSI dipegang oleh Soni Santoso dan didampingi Suhud serta Mochamad Senoadji sebagai Wakil Sekjen.

Kemudian Rubianto Hadi mendapatkan promosi menjadi Ketua bidang Pembinaan Prestasi setelah sebelumnya hanya menjadi Wakil di bidang yang sama pada kepengurusan lalu.

Sementara itu Sutiyono mengaku kepengurusannya sudah menyelenggarakan pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk sejumlah atlit yang disiapkan menjadi kontingen SEA Games 2013 di Naypyidaw, Myanmar pada Desember.

“Kami sudah ada pemusatan di dua tempat, yaitu di Samarinda untuk atlet-atlet Kalimantan Timur dan untuk atlet dari seluruh daerah lain di Semarang,” kata Sutiyono.

Meski dipisahkan menjadi dua, Sutiyono menyebut pemusatan tersebut lebih masuk akal mengingat banyaknya jumlah atlet gulat dari provinsi Kalimantan Timur.

Jumlah atlet yang menjalani pelatnas saat ini sebanyak 22 orang dengan rincian sembilan orang di Samarinda dan 13 sisanya di Semarang.

Tono mengaku tidak memberi beban muluk-muluk kepada susunan kepengurusan PB PGSI baru, ia hanya menitipkan harapan mempertahankan perolehan empat medali emas di SEA Games.

“Minimal mereka bisa mempertahankan empat medali emas,” ujar Tono.

Ia juga berpesan agar PB mau menjalin hubungan baik dengan kepengurusan di tingkat provinsi ataupun kabupaten/kota.

“Jangan merasa PB bisa berdiri sendiri, ingatlah bahwa lumbung-lumbung atlit berada di daerah,” kata mantan ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas tersebut. TOR-04

TINGGALKAN KOMENTAR