JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Meski sukses menjalani operasi kedua lututnya, lifter andalan Indonesia Triyatno terancam absen di SEA Games XXVII/2013, Desember mendatang di Myanmar.

Pasalnya, peraih medali perak Olimpiade London 2012 di kelas 69 kg ini harus membutuhkan waktu enam bulan untuk memulihkan kondisinya pasca operasi.

Triyatno, sukses menjalani operasi kedua lututnya yang ditangani empat dokter ortopedic sports medicine di Rumah Sakit Premier Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa kemarin (26/3).

“Total operasi berlangsung 1,5 jam. Lutut di kaki kiri masalah utama dan di kaki kanan ada selaput yang menebal karena terus menahan beban, itu dibersihkan,” jelas salah satu tim dokter, dr. Sapto Adji, Sp.OT, di kantor KOI, di Jakarta, Rabu.

Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan medali perak Olimpiade London 2012 itu cedera pada tulang rawan lutut sejak 2007. Selama ini telah mengupayakan penyembuhan dengan obat-obatan dan terapi namun tidak berhasil.

Tim dokter, kata Sapto, telah mencoba dengan obat-obatan tetapi hasilnya tidak maksimal karena Triyatno masih merasakan nyeri dan setelah dikaji ulang, dia harus dioperasi.

Setelah dioperasi, Triyatno masih harus menjalani masa rehabilitasi selama enam bulan yang ditangani Indonesia Sports Medicine Center (ISMC), namun dia tetap bida menjalani latihan yang tidak menimbulkan beban pada kakinya seperti training upper body untuk penguatan otot pada badan dan dilatih untuk penguatan otot kaki.

Pelatih Triyatno, Lukman, mengawasi setiap evaluasi termasuk memadukan programnya dengan ISMC. “Tahun ini yang penting menuntaskan cedera dulu. Kalau performa belum bisa dipastikan karena sangat rentan,” kata Lukman.

Namun Lukman belum bisa menjamin Triyatno mengikuti SEA Games Desember mendatang. Kendati begitu dia tetap diplot di SEA Games, tapi yang jelas dia diproyeksikan untuk Olimpiade 2016.

Operasi Triyatno ini didanai juga oleh berbagai pihak sponsor. Hal yang juga berlaku bagi rekannya, atlet angkat besi kelas 62 kilogram Eko Yuli Irawan yang akan mendapat bantuan untuk terapi selama dua bulan karena mengalami cedera retak tulang kering kaki kanan.

“Karena mereka diproyeksikan Federasi Internasional Angkat Besi sebagai atlet yang memiliki potensi dapat medali emas di Olimpiade 2016. Saat cedera saja mereka bisa menyumbang medali, apalagi jika tidak cedera,” ujar Ketua Umum KOI Rita Subowo.┬áTOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR