JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

 

Bagi Medina Warda Aulia, Turnamen Catur Internasional Wanita pada ajang Japfa Chess Festival ke-8 yang berlangsung 15-19 April mendatang di Jakarta merupakan kesempatan besar untuk mewujudkan cita-citanya meraih gelar Grand Master Wanita (GMW).

 

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB.Percasi, Kristianus Lim dalam jumpa wartawan jelang Japfa Chess Festival ke-8 2013 di Gedung Serba Guna Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Jumat, (12/4).

 

‘’Tiga pecatur wanita yang diundang dalam turnamen ini secara kualitas sesungguhnya hampir sama. Tinggal kematangan bermain dan kejelian membaca permainan lawan,’’kata Kris yang juga pengamat catur itu.

 

Medina Warda Aulia sendiri bertekad akan mengincar gelar grand master wanita lewat Turnamen Internasional Wanita yang diprakarsai Japfa Chess ini.

“Untuk bisa meraih grand master wanita (WGM) saya harus mampu mengumpulkan 6,5 poin dari 10 babak pertandingan di turnamen internasional wanita ini,” kata Medina yang kini bergelar Master Internasional Wanita (MIW) itu.

Menurut dia, untuk mencapai itu merupakan usaha yang tidak mudah, namun dia merasa optimistis.

“Memang tidak mudah mengalahkan empat pecatur asing di pertandingan nanti, tetapi saya tetap optimistis” tambahnya.

Pada turnamen internasional wanita itu, kata dia, panitia mengundang empat pecatur asing untuk dipertemukan dengan dua pecatur putri Indonesia.

WIM Medina bersama rekannya WIM Chelsie Monica Sihite akan menghadapi IM Sophie Milliet (Prancis), WGM Yulia Kochetkova (Slovakia), WIM Natacha Benmesbah (Prancis), WGM Alina L`Ami (Rumania).

Sementara itu, dalam turnamen yang berlangsung 15–19 April 2013 di Gedung Serba Guna, Gelora Bung Karno, Jakarta, Chelsie Monica Sihite akan mencari poin norma pertama WGM untuk berburu nantinya meraih WGM.

“Saya juga akan berusaha keras untuk merebut norma,” katanya.

Wakil Ketua PB Percasi GM Utut Adianto mengatakan bahwa kekuatan pecatur Indonesia dan pecatur asing yang akan bertanding di turnamen internasional wanita itu masih berimbang dan tidak terlalu mencolok gap kekuatannya.

“Pecatur asing yang datang di sini sengaja kami pilih yang sekiranya masih bisa diimbangi oleh pecatur kami,” kata Utut.

Sementara itu, WGM Alina mengatakan bahwa pecatur Asia Tenggara, termasuk Indonesia, relatif cukup kuat untuk mengimbangi permainan mereka. “Kami akan menampilkan permainan terbaik, kami serius di sini,” katanya.TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR