JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Perjuangan pecatur putri andalan Indonesia WIM Medina Wardah Aulia mewujudkan impiannya meraih gelar Women Grand Master (WGM) pada Women International Tournament di ajang Japfa Chess Festival 2013 tampaknya semakin berat.

Hingga hari ketiga, Selasa, (16/4) yang memainkan dua babak (4 & 5) itu, Medina baru mengemas nilai 2. Itu artinya dia masih membutuhkan poin 4,5 guna memenuhi target meraih WGM. Meski harapan untuk mewujudkan impiannya itu belum pupus, Medina harus berjuang keras apalagi persaingan di Japfa Chess Festival ini sangat ketat.

Ketatnya persaingan itu sudah dirasakan Medina. Fakta membuktikan saat menghadapi rekannya sesama negara, WIM Chelsie Sihite di babak ke-4 yang dimainkan pagi hari, Medina tak berdaya.

Pada babak ke-5 yang dimainkan sore hari,  Medina Warda Aulia hanya bermain remis dengan WGM Alina L’Ami. Hasil yang buruk dicapai Medina ini tentu membuat sedikit kecewa para petinggi Percasi.

=Kebangkitan Chelsie=

Sementara itu penampilan yang cukup menawan diperlihatkan WIM Chelsie Monica Sihite. Setelah menuai hasil yang kurang menggembirakan pada  tiga babak sebelumnya, Chelsie sepertinya mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya pada dua babak berikutnya.

Dua babak lanjutan yang dilakoninya pada Selasa, (16/4) itu berakhir dengan kemenangan termasuk menekuk rekannya Medina Wardah Aulia (babak ke-4).

Pada babak kelima, yang dimainkan sore harinya, dengan bermodalkan kemenangan atas Medina, Chelsie bangkit sekaligus semakin percaya diri saat menghadapi WGM Yulia Kotchetkova.

Memegang buah putih dan mengawali permainan dengan pembukaan Sicilia, Chelsie mampu memenangkan pertarungannya melawan pecatur asal Romania itu.

Bagi Chelsie, dua kemenangan yang dia capai pada hari ketiga ini tidak terlepas dari belajar atas kegagalannya di tiga babak sebelumnya. Chelsie mengaku banyak belajar dari kegagalan di babak awal untuk bermain lebih sabar dan tidak terburu-buru.

‘’Saya bersyukur bisa merebut dua poin pada hari ketiga ini. Jujur hasil ini membuat saya kini lebih optimis dan percaya diri,” ujar Chelsie.

Saat menghadapi Kotchetkova, lanjut Chelsie, dia berusaha untuk terus menekan lawan. Strategi itu menjadi kunci kemenangannya.

“Sebenarnya menang dengan benteng itu agak susah. Soalnya bisa salah jalan bila draw atau bahkan kalah. Dari situ saya berusaha untuk tetap tenang dan mengendalikan permainan. Sejak awal saya memang unggul posisi karena ada benteng lawan yang pasif. Selain itu, lawan dua kali mengaku salah langkah pada langkah ke-18 yaitu saat dia memakan gajah saya yang pasif dan langkah ke-32, ketika dia memilih bertukar benteng,” tambah Chelsie.

Pada babak keenam, Rabu (17/4/2013)  pagi, Chelsie bertemu Alina L’Ami, Medina menghadapi Sophie Milliet, sedangkan WGM Yulia Kotchetkova ditantang WIM Natacha Benmesbah.

Kemudian pada babak ketujuh yang dimainkan sore,  Kotchetkova menghadapi Alina L’Ami, Natascha Benmesbah melawan WIM Medina Warda Aulia, dan Sophie Milliet ketemu WIM Chelsie Monica Sihite.

 Sementara itu Kabid Binpres PB Percasi Kristianus Liem mengatakan, perjuangan Medina memang sangat berat. Dengan posisinya sekarang, dia harus memenangi lima babak yang tersisa jika ingin mewujudkan impiannya untuk bisa meraih gelar WGM.

“Medina tak boleh kalah lagi, jika dia sekali kalah saja, sudah pasti upayanya untuk memenuhi target jadi WGM tertunda,” tambahnya.TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR