isg_2013_cekauJAKARTA-(TribunOlahraga.com) Jakarta akhirnya menjadi pilihan terakhir pemerintah untuk menggantikan posisi Pekanbaru (Riau) sebagai tuan rumah penyelenggara Islamic Solidarity Games (ISG) III 2013.

Menpora Roy Suryo dalam keterangannya kepada para wartawan di Jakarta, Senin (22/4) menyebutkan keputusan untuk memindahkan ISG ke Ibukota setelah melakukan rapat dengan beberapa tokoh penting dari ISG antara lain Ketua KOI Rita Subowo, Ketua Panitia Pusat ISG III Anthony Sunarjo, wakil dari Panitia Daerah, wakil dari Menko Kesra serta wakil dari Prima.

“Memindahkan penyelenggaraan ISG dari Pekanbaru adalah opsi ketiga yang selama ini saya coba tutup rapat-rapat. Tapi setelah mendengar masukan dari berbagai pihak akhirnya dengan terpaksa ISG kita pindahkan ke Jakarta,” ujar Roy Suryo.

Roy kemudian menjelaskan bahwa, perpindahan ISG ke Jakarta pun tidak mengikuti jadwal semula di Pekanbaru yakni pada tanggal 6-17 Juni. Jadwal baru yang telah disepakati dalam rapat yakni pada tanggal 22 September – 1 Oktober 2013.

“Kami sudah mencermati agenda yang akan terjadi, ternyata pada tanggal itulah yang dirasakan paling memungkinkan untuk menggelar ISG di Jakarta,” kata Roy.

Jika harus dipindah ke Jakarta, lanjut Roy, jelas tidak mungkin dilaksanakan pada 6-17 Juni karena waktunya sangat mepet. Sedangkan pada bulan Juli – Agustus masuk dalam bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Begitu pula pada tanggal 15 Oktober ada perayaan Idul Adha. Sedangkan di Riau sendiri akan menggelar Pilkada Gubernur pada 4 September. Itu pun dengan kemungkinan berlangsung dua putaran. Setelah mencermati agenda-agenda tersebut maka tanggal yang dianggap pas adalah 22 September – 1 Oktober.

“Setelah pertemuan tersebut akan dilanjutkan dengan melakukan perubahan Keppres karena penunjukan Riau sebagai tuan rumah ISG juga melalui Keppres,” tukas Roy lagi.

Selain itu pihaknya juga akan segera melakukan rapat dengan Komisi X DPR serta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

“Kepada Gubernur DKI akan kami tegaskan bahwa kegiatan ISG III ini tidak akan menggunakan dana APBD DKI Jakarta karena anggaran dari APBN memang sudah keluar yakni sebesar Rp 200 miliar. Kami pastikan pula angka tidak akan bertambah lagi, jadi harus dicukup-cukupkan,” tegas Roy.

Semula dari pihak panitia daerah sempat memunculkan wacana dengan menjadikan Pekanbaru dan Jakarta sebagai tuan rumah bersama. Hal itu mengingat anggaran APBD Riau untuk penyelenggaraan ISG III sebesar Rp 45 miliar sudah keluar. Namun keinginan itu ditolak karena akan merepotkan jika harus diselenggarakan di dua tempat.

“Jika harus digelar di dua tempat saya justru khawatir akan memunculkan peluang terjadinya penyimpangan,” tukas Roy.

Di sisi lain, Roy pun tak menampik status Gubernur Riau Rusli Zainal yang saat ini telah menjadi tersangka ikut menyulitkan segala persiapan menghadapi ISG III.TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR