BOGOR-(TribunOlahraga.com)

Bendera merah (red flag) akhirnya membuyarkan impian pembalap andalan Indonesia Harlan Fadilah untuk menjadi juara umum seri kedua Asia Road Racing Championship 2013 di Sirkuit Sentul Bogor Jabar, Minggu, (19/5).

harlanHarlan yang bernaung di bawah tim Enduro-BRT-R9-Nisin-Cargloss Racing dengan menunggangi Yamaha Jupiter, harus puas di urutan kedua race pertama dan peringkat ketiga race kedua.

Kegagalan Harlan itu terjadi setelah pada race kedua harapannya puas karena balapan dihentikan pada lap terakhir (red flag), setelah pembalap Jepang, Kazuki Masaki mengalami kecelakaan hebat. Meski tidak sampai dievakuasi, namun kondisi cedera Kazuki cukup berat. Bahkan ia tidak bisa bangun dari lintasan.

“Setelah race pertama, kami lalu bekerja keras lagi menyiapkan kendaraan. Saya pun optimistis bisa mengalahkan para pesaing, termasuk Norizman dan Kazuki di race kedua. Bahkan keyakinan itu semakin kuat saat race kedua menyelesaikan lap ke-9. Saat itu saya masih ketiga dan bersiap untuk fight setelah tikungan keempat menjelang finis. Sayang, di lap terakhir terjadi kecelakaan itu dan dewan juri memutuskan pemenangnya diambil dari lap terakhir,” ujar Harlan usai lomba.

Kendati kecewa, Harlan mengaku banyak mengambil pelajaran dari kejadian itu. Untuk itu, ia bertekad bisa tampil lebih baik lagi dan meraih prestasi maksimal di seri-seri mendatang.

Kekecewaan juga diungkapkan bos tim Pertamina Enduro-Brt-R9-Nisin-Cargloss Racing Team, Helmy Sungkar. Menurut promotor otomotif terkemuka Indonesia itu, keputusan setelah keluarnya red flag di race kedua itu memang janggal. Bagaimana mungkin, seorang pembalap yang gagal finis, bahkan menjadi penyebab dikeluarkan red flag, masih dinobatkan sebagai juara kedua.

“Saya belum tahu regulasinya bagaimana. Tetapi sejauh pengetahuan saya, tidak mungkin seorang pembalap yang tidak finis dan tidak memiliki catatan waktu, tetap bisa naik podium. Apalagi dia juga menjadi penyebab red flag. Seharusnya ia justru harus mendapat hukuman,” protes Helmy yang juga bos Trendypromo Mandira ini.

Saat dikonfirmasi masalah ini, salah seorang panitia menjelaskan, bahwa dalam regulasi ARRC ini memang mengharuskan demikian. Menurutnya, bila terjadi red flag, maka hasil balapnya akan dilihat dari lap terakhir dimana seluruh pembalap bisa melewati garis start.

“Di MotoGP, GP2, regulasinya juga demikian. Jadi formasi podium race kedua itu memang sah dan sesuah dengan ketentuan yang ada,” jelasnya.

Dengan demikian, pembalap Malaysia, Norizman Ismail (Harian Metro Y-TEQ SCK Honda Racing) menjadi juara umum dengan menjadi yang terdepan di dua race kelas Underbone 115cc.  Seri ketiga ARCC akan dihelat di Sirkuit Madras, India, 12-14 Juli mendatang. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR