JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pelatih John Todd Purves menyoroti rendahnya akurasi tembakan tiga angka saat Indonesia Warriors dikalahkan San Miguel Beermen dengan skor 70-75 dalam laga pertama final Liga Bola Basket ASEAN (ABL) di Ynares Sports Arena, Filipina, Jumat.

“Bagi saya pertandingan ini ditentukan oleh fakta bahwa kami hanya memasukkan empat dari 21 kali percobaan tembakan tiga angka. Anda tidak bisa mengalahkan tim dengan kualitas seperti Beermen apabila anda tidak bisa mencetak angka dari luar,” kata Purves dalam siaran pers yang diterima ANTARA, di Jakarta, Jumat.

Menurut Purves, Warriors bisa saja memenangi laga pertama apabila timnya sukses melesakkan lebih banyak lemparan tiga angka.

“Ketika anda berbicara pertandingan yang berakhir dengan selisih lima angka, maka apabila kami memperbaiki catatan menjadi enam keberhasilan dari 21 kali percobaan; walaupun itu tetaplah akurasi yang buruk,” ujar dia.

“Kami mengalami malam yang buruk. Hanya 19 persen dari area tembakan tiga angka,” kata Purves menambahkan.

Meski demikian ia menyebut sejumlah lemparan dari para spesialis penembak tiga angka seperti Mario Wuysang, Stanley Pringle dan Christian Ronaldo “Dodo” Sitepu, sebagai percobaan yang baik, hanya saja bola kerap tidak tepat mulus memasuki keranjang.

Ia juga menyebutkan sejumlah sisi baik yang ditampilkan Warriors meskipun gagal meraih kemenangan, seperti keberhasilan mengimbangi permainan Beermen di bawah ring kala menyerang.

Warriors berhasil mengumpulkan 11 kali rebound dalam keadaan menyerang, dibandingkan Beermen yang hanya mengemas sembilan kali untuk hal serupa.

Imbasnya, menurut Purves, timnya berhasil mengurangi dampak turnover.

“Saya pikir kami melakukan banyak hal baik. Kami membatasi turnover, kami merebut bola di bawah ring melawan Beermen — dan mereka adalah tim yang sangat baik di bawah ring,” ujar Purves.

Data “box score” pertandingan yang disediakan di situs resmi ABL (www.aseanbasketballleague.com) memperlihatkan bahwa Beermen hanya delapan kali memperoleh poin dari hasil turnover, sementara Warriors sembilan kali.

Menyongsong laga selanjutnya, Purves menekankan pentingnya peningkatan akurasi tembakan agar dapat menyamakan kedudukan sementara, yang saat ini tertinggal 0-1.

“Kami harus menjadi lebih baik; dan kami akan melakukannya. Tidak banyak perbaikan yang diperlukan. Saya masih meyakini kami menampilkan permainan yang baik, hanya saja kami kehilangan kesempatan akibat melewatkan tembakan-tembakan itu,” ujar dia.

Warriors untuk sementara tertinggal 0-1 di babak final ABL 2013 setelah dikalahkan tuan rumah Beermen 70-75.

Meski memenangi laga yang juga disiarkan secara daring di situs resmi ABL (www.aseanbasketballleague.com) tersebut, posisi Beermen belum aman mengingat babak final menggunakan sistem “best of five” atau pemenang tiga pertandingan berhak menjadi juara.

Selain itu, mereka juga memiliki pengalaman buruk pada musim lalu setelah memenangi laga final pertama, namun dikejutkan lawan yang sama, Warriors, di dua laga selanjutnya –musim lalu masih menggunakan sistem best of three atau pemenang dua pertandingan berhak menjadi juara– dan kehilangan kesempatan meraih piala kemenangan ABL 2012.

Selanjutnya kedua tim akan berhadapan kembali di laga kedua babak final ABL 2013, di tempat yang sama, Ynares Sports Arena pada Minggu (9/6).TOR-04

TINGGALKAN KOMENTAR