JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Petenis Spanyol, David Ferrer, berhasil mengandaskan perjuangan Jo-Wilfried Tsonga sekaligus menciptakan “all Spanish final” dalam kompetisi Prancis Terbuka 2013.

ferrerPada babak final nanti, Ferrer menantang rekan senegaranya Rafael Nadal, setelah Nadal berhasil menundukkan Novak Djokovic dalam laga 5 set nan alot.

Kemenangan Ferrer di lapangan Philippe Chatrier, Paris, Sabtu dinihari WIB, juga merupakan rekor buat pemain kelahiran 2 April 1982 itu, karena akhirnya ia berhasil mencapai babak final dalam sebuah ajang Grand Slam.

Prestasi terbaik yang pernah diukir Ferrer setelah bermain 10 kali di Roland Garros sebelum ini adalah menjadi semifinalis pada tahun 2012.

Pada laga melawan Tsonga, Ferrer menunjukkan dominasinya di set pertama, dengan hasil yang menunjukkan kemenangan mudah, 6-1 dalam kurun 33 menit. Ia bahkan sempat membungkam Tsonga 5-0 di set ini.

Namun petenis tuan rumah, Tsonga, bukanlah pemain yang sudi menyerah tanpa perlawanan yang ketat. Pada set kedua, Tsonga–yang bertengger di peringkat 8 dunia–berhasil merepotkan Ferrer, dengan memaksakan hasil akhir 7-6 tie break 7-3.

Pada set penentuan, Ferrer–yang kini berada di ranking 5 ATP World Tour–berhasil menyudahi pertandingan dengan skor 6-2.

Sepanjang laga, Tsonga–petenis kelahiran 17 April 1985–sering membuat kesalahan sendiri, tercatat total ada 56 unforced errors. Angka ini jauh lebih besar dari Ferrer yang hanya membuat 21 kali unforced errors.

Selain itu, Ferrer–yang dijuluki pangeran lapangan tanah liat–juga lebih unggul dalam hal perolehan nilai dari aksi di depan net. Akurasi netting Ferrer adalah 77 persen, sedangkan rivalnya hanya 44 persen, demikian dikutip dari laman resmi www.rolandgarros.com. TOR-05

 

TINGGALKAN KOMENTAR