DENPASAR-(TribunOlahraga.com)

Master Supandi Kusuma kembali mendapat kepercayaan  menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) untuk masa bhakti kepengurusan 2013-17.

SupandiHal tersebut setelah pria yang sebelumnya memimpin induk organisasi olahraga Wushu nasional periode 2009-13, memenangkan pertarungan dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang diikuti 25 dari 27 Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu, di Hotel White Rose, Legian, Bali, Sabtu (22/6).

Dua Pengprov Wushu, yakni Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara, kehilangan hak suara dalam Munas kali ini, menyusul berakhirnya masa kepengurusan mereka dan belum menggelar Musyawarah Daerah (Musda).

Dalam pemilihan yang berlangsung seru dan menegangkan, Supandi  mendapatkan dukungan 15 suara dan unggul lima suara atas rivalnya, Andi S. Ketua Pengprov Wushu Yogyakarta ini hanya mengantongi dukungan sepuluh suara.

“Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Saya pastikan, akan tetap menjalankan amanah sesuai dengan visi dan misi yang telah saya sampaikan,” kata Supandi singkat, dalam pidoto sambutannya beberapa saat setelah pemilihan.

Sebelumnya saat memaparkan visi dan misi, Supandi  menyampaikan, dalam masa kepengurusannya masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan. Terutama menyangkut pembenahan internal organisasi yang diakuinya belum sepenuhnya tersentuh.

“Itu karena selama empat tahun masa kepengurusan, saya lebih fokus melakukan konsolidasi eksternal di luar negeri,” kata Supandi memberi alasan, sembari berjanji akan melakukan pembenahan internal organisasi sekiranya masih mendapat kepercayaan kembali memimpin PBWI.

Seperti diketahui, selama masa kepengurusan Supandi, Wushu Indonesia pernah mencatat prestasi gemilang meraih juara dunia pada 2007, dan juga pernah menjadi tuan rumah kejuaraan dunia junior di Bali beberapa waktu lalu.

“Ini semua bisa tercapai, berkat kerjasama yang baik dengan dunia Wushu internasional yang kami lakukan. Satu pekerjaan lagi yang segera kita rebut adalah menjadi tuan rumah  kejuaraan dunia Wushu senior pada 2015 mendatang,” pungkas Supandi.

Ketua Panitia Pelaksana (Penpel) Munas PBWI Ke-V, Chairul Azmi Hutasuhut, mengaku senang atas pelaksanaan Munas yang berlangsung aman dan lancar, meski di awal sempat terjadi perdebatan terkait permintaan beberapa peserta untuk dilakukan perubahan AD/ART organisasi. Terutama pasal yang mengatur masa jabatan Ketua Umum yang saat ini tidak memberikan pembatasan. Beberapa peserta meminta agar dibatasi maksimal hanya dibolehkan selama dua periode kepengurusan.

“Syukur Alhamdulillah, atas izin dan kehendak-Nya sehingga Munas berlangsung aman dan lancar. Meski diawal sempat terjadi perdebatan terkait AD/ART,” sebut Chairul.

Lebih lanjut, Charul yang juga ketua bidang organisasi pada periode kepengurusan Wushu sebelumnya, menyampaikan apresiasi kepada peserta Munas atas kesediaan mereka mendengarkan arahan dari IGK Manila, selaku Bapak Wushu Nasional.

Manila memang sempat meminta peserta agar menghentikan perdebatan terkait perubahan AD/ART, dan segera dilakukan pengesahan tata tertib yang diakhiri dengan pemilihan Ketua Umum.

“Kalau saja mereka (peserta Munas) tidak bersedia mendengar apa yang disampaikan Pak Manila, sudah pasti pelaksanaan Munas kali ini tidak akan berjalan sesuai harapan,” imbuh Chairul sembari menyatakan proses pemilihan Ketua Umum PBWI kali ini bisa berjalan lancar dan aman, karena peserta memberikan hak suaranya sesuai dengan hati nurani . TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR