JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Dua mantan bintang basket NBA yang tergabung dalam Tim USA Legends siap menghibur penggemar di Tanah Air saat menghadapi tim NBL Indonesia Selection dalam pertandingan eksibisi yang digelar Jakarta pada 22 Juni dan Surabaya pada 25 Juni mendatang.

Cedric-Ceballos“Kami baru mendarat di Jakarta dan belum banyak tahu tentang bola basket di Indonesia, tapi kami datang dengan maksud untuk berbagi pengalaman kepada pemain disini. Kami datang untuk bersenang-senang dan sekaligus menghibur masyarakat Indonesia melalui permainan kami,” kata Cedric Ceballos, salah anggota Tim USA Legends dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, (26/6).

Selain Ceballos, pemain kelahiran 2 Agustus 1969 yang pernah juara kompetisi “slam dunk” NBA pada 1992, mantan pemain legendaris di kompetisi basket paling bergengsi itu diantaranya adalah Dale Ellis ((Seattle SuperSonics), Clifford Robinson (Portland Trail Blazers) , serta Voshon Lenard (Portland Trail Blazers).

Juga akan tampil matnan bintang Los Angeles Lakers Ike Nwankwo dan Duane Cooper, serta enam pemain yang berasal dari NBA Development League.

Pertandingan eksibisi menjelang digelarnya musim kompetisi Flexi National Basketball League (NBL) 2011 digelar di Stadion Basket Hall A Senayan Jakarta, serta DBL Arena di Surabaya.

Sementara itu Tim Indonesia NBL Selection diantaranya akan diperkuat oleh pemain veteran I Made Sudiadnyana (Garuda Bandung), Denny Sumargo (Garuda Bandung), Dian Heriyadi (Muba Hangtuang IM), Agustinus Indrajaa (CLS Knights) dan Oki Wira Sanjaya (Aspac Jakarta).

Sementara itu Clifford Robinson, pemain dengan tinggi tubuh 208cm dan dikenal dengan ciri khas ikat kepala saat bertanding, menyatakan bahwa ia dan rekan-rekannya tidak akan tampil serius.

“Kedatangan kami ini tidak hanya untuk memberikan hiburan kepada penggemar basket di Indonesia, tapi juga membagikan pengalaman kami sebagai mantan pemain NBA. Basket telah membawa kami berkunjung untuk mengenal lebih jauh negara lain, termasuk Indonesia,” kata Robinson, kelahiran 16 Desember 1966.

Namun Ceballos dan Robinson serta rekan-rekannya yang lain menyatakan bahwa mereka tidak bisa berlama-lama untuk mengenal lebih jauh serta menikmati alam Indonesia karena jadwal yang padat.

I Made Sudiadnyana, salah satu pemain terbaik yang dimiliki Indonesia dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa berhadapan dengan mantan pemain NBA adalah peristiwa yang sangat langka bagi pemain Indonesia, sehingga kesempatan tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Saya senang karena akhirnya bisa bertemu dan berhadapan dengan mereka di lapangan, selama ini saya hanya bisa melihat penampilan mereka di layar televisi,” kata I Made yang akrab dipanggil Lolik itu.

Dian Heriyadi, rekan satu tim Lolik, mengaku bingung saat berhadapan dengan mantan bintang NBA tersebut karena rata-rata memilik tinggi badan di atas dua meter.

“Semua berbadan tinggi (big man), bingung saya nanti harus menjaga pemain yang mana,” kata Dian sambil berkelakar mengomentari pertandingan tersebut.

Sementara itu Asrul Ananda, Komisioner NBA Indonesia mengatakan bahwa keinginan untuk mendatangkan mantan pemain legendaris NBA tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama, namun baru sekarang terwujud.

“Memang sudah sering mantan pemain NBA datang ke Indonesia, tapi baru kali ini mereka datang dalam satu tim,” katanya.TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR