JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Diego Armando Maradona, mantan pesepak bola legendaris Argentina, berpesan agar jangan melibatkan politik dengan sepak bola.

maradona2“Saya mau bilang kalau politik jangan dicampur dengan sepak bola,” kata Maradona saat acara “gala dinner” di Djakarta Theatre XXI, Jakarta, Sabtu malam.

“Semangat olahraga bisa membuat semua menjadi bersama lagi,” tambah pemain yang dikenang dengan gol “Hand of God”-nya itu.

Maradona tiba di Bandara Soekarno Hatta pada Sabtu pagi. Sesampai di Jakarta, Maradona dijadwalkan menyapa para awak media pukul 10.00 WIB. Namun hingga pukul 11.00 siang, pemain asal Argentina itu tidak kunjung datang karena mengalami “bad mood”.

Maradona awalnya dijadwalkan untuk berkunjung ke empat kota, yakni Jakarta, Surabaya, Makassar dan Medan untuk memberikan coaching clinic. Tetapi ia membatalkan acara di Makassar lantaran pria berusia 52 tahun itu mendengar kabar bahwa dirinya dijadikan alat politik. Sementara acara di Medan masih belum bisa dipastikan.

“Tetapi ini bukan terakhir saya datang ke Indonesia. Saya mau datang lagi ke sini. Buat semuanya indah. Saya senang di sini, mau ke Bali dan tempat lain,” tutur Maradona yang mengenakan kemeja hitam.

Sebelumnya, Maradona juga batal memberi pelatihan pada acara coaching clinic. Ia hanya tampil beberapa saat untuk menyapa penggemarnya dan peserta coaching clinic yang sudah menantinya di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta. Hal ini pun menimbulkan kekecewaan peserta yang sebagian harus merogoh biaya hingga jutaan rupiah.

Kehebatan Maradona, yang ditunjuk menjadi kapten tim, adalah pada saat berlangsungnya Piala Dunia 1986 di Meksiko, dimana ia hampir sendirian mengantarkan Argentina keluar sebagai Juara Dunia untuk kedua kalinya, setelah yang pertama pada tahun 1978 di Argentina.

Pada Piala Dunia di Meksiko tersebut, Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa versi FIFA yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Pada saat itu Maradona melakukan sprint sambil membawa bola dari tengah lapangan, kemudian melewati lima orang pemain Inggris. Semua itu dilakukan Maradona hanya dalam rentang waktu kurang lebih 10 detik.

Sayangnya, pada partai tersebut pula, Maradona membuat gol melalui bantuan tangan, yang dikatakan Maradona sebagai hasil bantuan “tangan Tuhan”. Ia akhirnya mengakui bahwa hal tersebut dilakukan dengan sengaja pada 22 Agustus 2005.TOR-02/TOR-03

 

TINGGALKAN KOMENTAR