JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Menpora Roy Suryo mengatakan catur Indonesia bisa menembus pentas dunia karenanya banyak memiliki potensi pecatur berbakat. Dengan melihat kinerja Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB.Percasi) dan dukungan masyarakat catur yang dikenal dengan moto ‘’Gens Una Sumus’’ (Semua Satu Keluarga) Menpora yakin upaya menembus pentas dunia itu bukan isapan jempol..

menpora-lagiDemikian dikatakan Menpora Roy Suryo ketika membuka secara resmi Turnamen Catur Cepat So-Nice Ramadhan Cup V 2013 di Wisma Serba Guna Senayan Jakarta, Sabtu, (13/7).

Menpora juga dberharap tiga pecatur putri WIM  Medina Warda Aulia, WIM  Chelsie Monica Sihite, dan WFM Dewi AA Citra mampu mencapai gelar grandmaster, menyusul minimnya pecatur muda bergelar grandmaster di Indonesia.

“Saya berharap tiga pecatur putri itu bisa menjadi grandmaster. Tapi pecatur pria juga jangan mau kalah untuk bisa juga menjadi grandmaster baru,” kata Menpora yang didampingi Wakil Ketua Umum PB.Percasi Demisioner GM Utut Adianto dan Rusdy Taher SH itu..

PB Percasi dalam waktu terakhir ini telah memproyeksikan tiga pecatur putri tersebut untuk bisa menjadi grandmaster. Medina dan Chelsie sempat hampir mencapai grandmaster, namun mereka masih kurang memiliki norma yang menjadi syarat untuk meraih gelar grandmaster. Sedangkan Dewi justru merosot prestasinya sehingga tertinggal dari dua rekannya itu.

Roy Suryo mengatakan, saat ini Indonesia masih sangat kekurangan pecatur yang bergelar grandmaster, dan itu harus bisa dicetak dengan segera. “Masih kurang pecatur Indonesia yang bergelar grandmaster, terutama yang muda juga harus bisa menjadi grandmaster,” tambahnya.

So Nice Ramadan kali ini merupakan turnamen catur cepat yang kelima kalinya dan diikuti 360 peserta. Turnamen berhadiah total Rp50.700.000 ini berlangsung selama dua hari dengan mempertandingkan sistem Swiss sembilan babak pertandingan.TOR-02

 

TINGGALKAN KOMENTAR