JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Mantan pebulu tangkis nasional, Yuni Kartika, menggantikan Ricky Soebagadja sebagai Kepala Bidang Humas dan Sosial Media Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis seluruh Indonesia (PB PBSI).

Ricky melepas jabatannya sebagai humas periode 2012-2016 setelah ditarik sebagai Kepala Sub Bidang Pelatnas, menggantikan Christian Hadinata yang saat ini menjabat Staf Ahli Pendidikan dan Pelatihan serta Pembinaan.

“Sehari setelah Indonesia Terbuka, PBSI gelar rapat pleno. Ada beberapa pengurus yang berganti posisinya. Disitu saya diminta jadi Kasubid Pelatnas,” kata Ricky, saat jumpa pers, Rabu.

Ricky mengaku kaget namun akhirnya menyanggupi karena memang sudah berkomitmen memajukan bulu tangkis Indonesia.

“Karena langsung diminta kesanggupannya, otomatis saya sampaikan kalau siap lalu diminta cari penggantinya,” tambah pebulu tangkis legendaris itu yang pernah menjuarai Olimpiade Atlanta 1996 bersama pasangannya, Rexy Mainaky.

Ricky langsung mempertimbangkan Yuni, rekannya semasa menjadi atlet dulu karena menurutnya Yuni yang telah berpengalaman media.

 

Setelah pensiun menjadi atlet, Yuni memang banyak berkecimpung di dunia broadcasting. Dia berkali-kali menjadi presenter olahraga untuk stasiun RCTI, TVRI, Indosiar, dan dalam empat tahun terakhir dia selalu menjadi presenter turnamen Indonesia Terbuka di stasiun Trans dan Trans 7.

“Saya memang ingin mencari mantan atlet yang tidak terlalu senior tetapi masih aktif. Ada beberapa pertimbangan kenapa memilih Yuni, dia juga sering tampil dan diterima PBSI. Jika Yuni tidak mau, sempat kepikiran Candra atau Arbi,” tutur Ricky.

Yuni, yang khas dengan rambut pendeknya itu, mengaku siap mengenalkan bulu tangkis lebih luas lagi.

“Ini merupakan tanggung jawab yang sangat menyenangkan. Saya berharap mendapat dukungan media dan kami juga siap memberikan informasi yang dibutuhkan. Kami harap Indonesia prestasinya bisa bangkit lagi seperti dulu,” ujar Yuni.

Langkah awalnya sebagai humas PBSI, Yuni — yang pernah menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bertahan di perempat final All England 1994 dimana saat itu Susy Susanti sudah tersisih — ingin mengembangkan sosial media PBSI.

“Saya akan memaksimalkan berita bulu tangkis di facebook, twitter dan mengembangkan lagi fungsi website PBSI,” kata perempuan kelahiran Semarang, 16 Juni 1973 itu.TOR-02

 

TINGGALKAN KOMENTAR