JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Takbir memuji kebesaran Illahi berkumandang di berbagai pelosok Indonesia menandakan hari kemenangan. Sebagian besar orang, terutama umat Islam negeri ini, berbondong-bondong ke kampung halaman.

Sungkeman pun menjadi ritual yang dirindukan. Belum lagi ketupat, opor ayam, rendang dan makanan tradisional lainnya. Momen-momen itu pun menjadi begitu mahal, yang tidak dirasakan belasan atlet bulu tangkis Indonesia di Guangzho, China.

Kerinduan momen Lebaran dirasakan para atlet yang saat ini harus berjuang membawa nama harum bangsa  Indonesia di Kejuaraan Dunia 2013, turnamen bergengsi yang mempertemukan pemain-pemain terbaik dunia.

Beban berat harus mereka emban. Saat orang-orang berkumpul bersama keluarga untuk merayakan kemenangan usai puasa di bulan Ramadhan dan memasuki Idul Fitri di bulan Syawal, mereka harus turun ke lapangan bulutangkis,  bergerak lincah, fokus pada pertandingan serta tampil yang terbaik untuk merebut kemenangan.

Namun, mereka sulit menutupi kesedihan mengingat tradisi Lebaran yang terlewati. Salah satunya, pemain spesialis ganda, Tontowi Ahmad, yang menjadi andalan Indonesia di nomor ganda campuran.

“Sedih rasanya harus Lebaran di negeri orang karena jauh dari keluarga. Momen Lebaran enaknya sama keluarga. Tapi, apa daya, saya sedang mengembang tugas negara,” kata atlet asal Banyumas, Jawa Tengah, itu.

Owi, begitu ia akrab disapa, mencoba menghibur diri. “Kalau di kampung ditanya, kan keluarga juga bangga, Owi lagi tanding di kejuaraan dunia,” ujarnya.

Hal itu pun menjadi motivasi Owi yang bersama Liliyana Natsir telah berhasil meraih medali emas All England berturut-turut pada 2012 dan 2013.

“Jadi, saya mau nikmatin aja, semoga pulang bisa bawa hadiah Lebaran buat keluarga, yaitu gelar juara dunia,” harap Owi, yang bersama Liliyana meraih medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 2011.

Rindu Lebaran juga dilontarkan pemain nomor tunggal putri Indonesia, Linda Wenifanetri. Ia mengaku merindukan tradisi kumpul bersama keluarga besar di Idul Fitri. Bagaimana tidak, tahun lalu pun Linda harus Lebaran jauh dari keluarga karena bertanding di Vietnam Terbuka 2012.

“Rasanya sedih jauh dari keluarga. Kangen banget. Kangen kumpul-kumpul bareng sama keluarga besar di hari raya,” katanya.

Ia menimpali, “Nanti kayaknya saya mau Skype-an saja sama keluarga, dari kemarin sudah ditelepon terus,” tambahnya.

Sementara itu, pebulu tangkis putra Indonesia Tommy Sugiarto berupaya agar mendapat berkah Lebaran pada laganya di kejuaraan dunia.

“Namanya juga tugas negara untuk Indonesia. Saya harap ini bisa menjadi berkah untuk saya. Semoga Lebaran di negeri orang bisa membuat saya berprestasi di kejuaraan dunia,” harap putra dari mantan pebulutangkis nasional, Icuk Sugiarto, itu.

Tommy baru saja membuktikan keunggulannya dengan mengamankan tiket ke babak perempatfinal setelah membungkam pemain Spanyol, Marc Zwiebler, langsung dua game 21-19, 21-14, Kamis siang.

Pemain unggulan kedelapan itu berhasil membalas kekalahannya atas pemain peringkat 11 dunia itu ketika Tommy dikalahkan di hadapangan publik Indonesia pada turnamen Indonesia Terbuka 2013.

Mereka semua berharap saat Lebaran jauh dari kampunya dapat membawa berkah saat berlaga di Tianhe Indoor Gymnasium, China. Mereka ingin menyembahkan gelar juara bagi Indonesia, dan tentu saja untuk keluarga yang sudah mereka tinggalkan saat Idul Fitri.TOR-05