JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Presiden Federasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA), Erick Thohir mengatakan kejuaraan dunia 3 x 3 FIBA internasional yang berlangsung 26-29 September ini di Silang Monas Jakarta menjadi ujian sesungguhnya bagi tim Indonesia yang menjadi juara Asia Pasifik di Tokyo, Jepang, Juli lalu.

‘’Mereka harus membuktikan bahwa gelar juara di Tokyo itu memang layak untuk mereka. Kejaraan dunia ini harus mereka buktikan,’’kata Erick yang juga mantan Ketua Umum PB.Perbasi itu di Hotel Royal Kuningan Jakarta, Rabu, (25/9).

Erick yang juga big bos Mahaka Group itu lebih jauh mengatakan, menjadi tuan rumah kejuaraan dunia 3 x 3 Fiba ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan.

‘’Karena even ini tak hanya bicara olahraga saja tetapi bagaimana kita mempromosikan Indonesia dan Jakarta kepada dunia luar. Ada 42 negara ambil bagian di even ini sehingga diharapkan mereka pulang ke negaranya membawa kenangan yang menyenangkan,’’tambah Sekjen Perbasi, Agus Mauro.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Olahraga basket 3×3 Federasi Basket Internasional (FIBA) Kosta Iliev menilai Indonesia kini tidak bisa diremehkan di ajang basket 3 x 3.

Keberhasilan Indonesia yang diwakili Tim Yoska yang menjadi juara Asia Pasifik usai mengalahkan Tim Nagoya Jepang 16-15 di seri pertama di FIBA 3×3 World Tour Tokyo Master 2013 menjadi alasannya.

“Sekarang Indonesia tidak bisa diremehkan di 3 x 3 dan mereka kini layak diunggulkan untuk juara dunia,” ujar Iliev di Jakarta.

Iliev sendiri mengaku tidak menyangka Indonesia bisa keluar sebagai juara melihat persaingan di Tokyo Master yang melibatkan tim dari Libanon, China dan tuan rumah Jepang.

“Ini benar-benar mengejutkan. Sama sekali tidak ada yang menyangka Indonesia juara.”

Dia berharap Indonesia tidak cepat berpuas diri karena pekerjaan masih belum selesai. Sukses ini memastikan Indonesia lolos ke Grand Final World Tour 2013 yang berlangsung di Istanbul, Turki, 4-5 Oktober mendatang.

“Mudah-mudahan Indonesia bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri dengan baik,” tambahnya.

Lebih lanjut Iliev  berharap pertandingan basket 3 on 3 akan bisa dimainkan di Olimpiade 2020. Saat ini FIBA dikatakannya tengah berjuang untuk mempromosikan dan menyebar luaskan pertandingan basket ‘mini’ ini seantero dunia.

“Kami yakin di Olimpiade 2020 basket 3 on 3 akan bisa dimainkan. Saat ini kami sedang proyeksikan cabang ini ke seluruh dunia,” tutupnya. TOR-05
 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR