JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Turnamen Catur Indonesia Open ke-3 2013 yang bertitel Indonesia Open Chess Championships (IOCC)  yang berlangsung 9-18 Oktober mendatang di Hotel Grand Sahid Jakarta bakal menyajikan persaingan ketat. Pasalnya, turnamen yang menyediakan total hadiah uang pembinaan 100 ribu dolar AS itu diikuti 35 pecatur bergelar Grand Master (GM).

Dan yang menarik, dari 35 GM itu terdapat dua nama besar yakni GM Nigel Short dari Inggris yang pernah menjadi penantang GM Garry Kasparov (Rusia) pada kejuaraan dunia tahun 1996 dan juara Eropa 2013, Aleksandr Moissenko dari Ukraina.

Kehadiran para pecatur kelas dunia ini seperti diakui Ketua Umum PB.Percasi, Hashim Djojohadikusumo dalam jumpa pers di Hotel Atlet Century Park Senayan Jakarta, Jumat, (25/9) merupakan bukti nyata bahwa IOCC semakin menarik minat pecatur elit dunia.

‘’Target kita tentunya IOCC selain menjadi kalender resmi FIDE juga menjadi tempat tujuan para pecatur papan atas dunia. Ini kesempatan emas buat pecatur Indonesia menaikkan eloratingnya,’’kata Hashim yang didampingi Wakil Ketua Umum PB.Percasi GM Utut Adianto ini.

Hingga Jumat (25/9) sudah 30 negara memberikan konfirmasi akan ambil bagian dalam  turnamen Indonesia Open Chess Championship 2013 ini.

Ketua Panpel IOCC 2013, Ita Gayatri dalam kesempatan itu menjelaskan, Cina yang tahun lalu mengirimkan 12 pecaturnya, kali ini kemungkinan besar absen. Pasalnya mereka tengah menggelar Liga Catur Profesional dalam waktu bersamaan.

Namun Ita menjamin, kualitas IOCC kali ini tetap terjaga meski Cina absen.’’Hadirnya GM Nigel Short dan juara Eropa 2013, Aleksandr Moissenko diyakini mampu menjadikan IOCC kali ini semakin berkualitas,’’kata wanita cantik yang tampak enerjik ini.

GM Utut Adianto juga mengakui hal serupa. Menurut mantan pecatur nomor satu Indonesia yang kini jadi Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu, GM Nigel Short bukan pecatur sembarangan. Ia pernah menjadi penantang GM Garry Kasparov di kejuaraan dunia 1996.

‘’Saya kira tak ada yang meragukan kualitas Nigel Short. Ini kesempatan besar bagi pecatur kita,’’kata Utut yang juga pernah menantang Nigel Short dalam partai dwi tarung tahun 1997 itu.
Sementara tuan rumah  Indonesia akan menurunkan pecatur putri yang baru saja meraih gelar Grand Master yakni  WGM Medina Wardah Auliah, WGM Irenne Kharisma Sukandar, MIW Monica Chelsie Sihite, GM Susanto Megaranto.

Baik  Hashim maupun Utut  berharap dengan turnamen ini para pecatur Indonesia mampu meningkatkan poin ratingnya, khususnya WGM Medina dan GM Susanto Megaranto.

Oleh sebab itu, Percasi memberikan target kepada para pecatur Indonesia untuk bisa mendapatkan minimal gelar norma. Pasalnya ada 35 pecatur yang bergelar “grand master”.

Turnamen ini  akan menggunakan sistem Swiss dengan 11 babak. Hanya para pecatur yang memiliki rating minimal 2200 saja yang bisa mengikuti kejuaraan Indonesia Terbuka. Dengan hadiah yang dua kali lebih besar dari tahun sebelumnya, panitia membagi tiga kategori, yaitu kategori umum, best woman, dan best junior.

Melihat kekuatan Indonesia saat ini, Utut menilai, pecatur Indonesia masih harus bekerja keras untuk bersaing dengan negara lain. Namun setidaknya dalam lima tahun terakhir, pembinaan pemain catur di Indonesia sudah lebih baik. Hal itu bisa dilihat dari Medina Aulia yang berhasil merebut WGM di Kejuaraan Dunia Catur Junior di Turki. TOR-05

 

TINGGALKAN KOMENTAR