JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Memancing pembinaan di klub menjadi salah satu tujuan utama Pengurus Besar (PB) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), menggelar Liga Voli Indonesia (Livoli) baik untuk Divisi Utama maupun Divisi Satu. Dengan demikian, daerah akan terpacu untuk memutar  kompetisi internalnya.

Ketua Bidang Pertandingan dan Kompetisi PP.PBVSI, Hanny Surkatty mengatakan hal itu di Sekretariat PP.PBVSI, Jalan Pasar Minggu, Pancoran Jakarta, Rabu, (9/10).Pemain nasional diperbolehkan untuk turun memperkuat klubnya.

Divisi Utama akan berlangsung terlebih dahulu pada 13-20 Oktober ini di GOR Baurekso, Kendal dan setelahnya menyusul Divisi I pada 27 Oktober hingga 3 November di Buleleng, Bali.

Divisi Utama yang memperebutkan tropi piala bergilir Livoli dan piala akan diikuti oleh masing-masing delapan tim putra dan putri. Di putra ada TNI AU, Tirta Dewata Bali, Mars Probolinggo, Yuso Gunadarma, Surabaya Samator, Berlian Jateng, serta dua tim promosi Indomaret Sidoarjo dan Mabes TNI. Indomaret dan Mabes merupakan juara dan runner-up Livoli Divisi I tahun lalu.

Mereka menggantikan JML Kota Tangerang dan Bank Sumut yang terdegradasi turun ke Divisi I. Sedangkan di putri ada Surabaya Bank Jatim, Petrokimia Gresik, Popsivo Polwan Jakarta, Badak LNG Bontang, Mabes TNI, PLN, serta dua tim Jawa Barat, Bandung Alko dan Wahana Express Bandung. PLN dan Wahana menggantikan dua tim yang terlempar dari persaingan Divisi Utama yakni Yuso Gunadarma dan dan TNI AU.

Sayangnya, tiga dari empat tim putra putri yang terdegradasi tersebut tahun ini memutuskan tidak mengirimkan tim. Padahal mereka memiliki wild card untuk bisa tampil langsung di Divisi I. Hanya TNI AU yang tetap bermain di Divisi I musim ini.

Kendati tiga tim mengundurkan diri, namun Divisi I tetap akan diikuti oleh 24 klub putra dan putri. Beberapa klub debutan seperti Asmat dari Papua dan Arfak dari Papua Barat sudah memastikan akan mengisi spot yang kosong tersebut. Beberapa tim baru seperti Jeep Bali, Ganefo Yogya, dan TGA Jambi juga akan mengambil bagian.

Sejauh ini, tim-tim yang sudah memastikan diri untuk berlaga di Buleleng adalah TNI AL, Asabri (DKI Jakarta), SBC, PDAM Sidoarjo (Jatim), Ganefo (DIY), Jeep (Bali), TGA (Jambi), Asmat (Papua), Bank Jateng, BNI 46 (Jateng), Double N (Kalbar), serta Arfak (Papua Barat) di putra. Sementara di tim putri ada TNI AU, TNI AL, Popgard (DKI), Tectona, Bahana (Jabar), Ganefo (DIY), serta Jeep (Bali).

Hanny Surkatty menambahkan, seharusnya  dengan fokus untuk pembinaan, maka setiap pengprov harusnya wajib mengirimkan masing-masing dua wakil putra dan putri. Hal tersebut, menurut Hanny sebenarnya sudah disepakati dalam Musyawarah Nasional (Munas) PBVSI beberapa waktu lalu, namun memang banyak kendala yang kemudian terjadi di tengah jalan.

“Kendalanya tidak jauh dari masalah dana atau tidak adanya Kejurda (kejuaraan daerah) di daerahnya, atau bisa juga Pengprovnya vakum. Dari 33 pengprov yang ada mungkin sekitar 30 pengprov yang aktif,” imbuhnya.

Untuk kompetisi Livoli tahun ini, ditambahkan Hanny, tidak ada peraturan baru. Tetap tidak ada pemain asing karena ini liga amatir dan pemain yang akan dimainkan pun harus murni hasil binaan klub-klub tersebut. “Meskipun tanpa pemain asing pun, kompetisi ini tetap akan seru, pasalnya, di beberapa tim, pemain timnas akan ikut serta,” ujarnya kemudian.

Kejuaraan ini memperebutkan piala bergilir dan piala tetap, serta total hadiah Rp 193 juta untuk Divisi Utama. Sedangkan untuk Divisi I hanya akan memperebutkan piala bergilir dan hadiah sebesar Rp 100 juta. Ditambah dua tim teratas putra dan putri di akhir kompetisi akan mendapatkan haknya promosi ke Divisi Utama 2014. TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR