JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

GM Aleksey Dreev, akhirnya tampil sebagai juara Indonesia Open Chess Championship (IOCC) 2013 yang berakhir Kamis (17/10) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Aleksey memastikan gelar juara setelah mengemas 8,5 poin berkat hasil imbang  di babak akhir atau babak ke-11 saat menghadapi pecatur India GM Gopal GN.

Aleksey makin mulus ke tangga juara  karena di saat yang bersamaan pesaing terdekatnya, GM Moiseenko Alexander dikalahkan GM Nigel Short.  Moiseenko pun harus puas berada di peringkat kedua dengan koleksi 7,5 poin atau sama dengan hasil yang digapai GM Nigel Short yang berada di peringkat ketiga.

Sebagai juara, GM Aleksey berhak atas hadiah uang tunai sebesar 20 ribu Dolar AS, sementara GM Moiseeko yang berada di peringkat kedua menerima hadiah uang 10 ribu Dolar AS. Nigel yang berada di posisi ketiga memperoleh hadiah 6 ribu Dolar AS

Ditemui seusai menerima hadiah langsung dari Ketua Umum PB.Percasi, Hashim Djojohadikusumo,  Dreev Aleksey mengatakan gembira karena bisa menjuarai turnamen IOCC ini.

‘’Jujur saja, ini kemenangan yang menggembirakan karena diperoleh melalui perjuangan keras. Turnamen ini sungguh menguras tenaga dan pikiran, tetapi saya enjoy bermain di sini. Saya berharap diundang untuk ikut IOCC tahun depan,’’kata mantan juara dunia itu.

Sementara itu GM Moiseenko Alexander dalam kesempatan terpisah juga mengakui bahwa dirinya bermain enjoy di IOCC ini. ‘‘Saya juga berharap bisa datang lagi tahun depan. IOCC ini semakin menantang dan saya suka tantantangan,’’kata juara Eropa 2013 ini.

Jagoan Indonesia yang juga anggotat pelatnas SEA Games 2013 Myanmar, GM Susanto Megaranto harus puas berada di posisi ke-18 klasemen akhir dengan mengoleksi 7 poin. Santo gagal memenuhi target yang dibebankan kepadanya, yakni 10 Besar.

“Ini turnamen berkelas, tidak mudah masuk dalam 10 Besar. Bayangkan, juara kedua dengan nilai 7,5 poin diraih sembilan pecatur. Begitu juga dengan saya yang memperoleh 7 poin, sama dengan 10 pecatur lainnya. Artinya, dari turnamen ini kita banyak belajar,” ujar Susanto kepada wartawan .

Ayah satu anak ini menilai, IOCC ternyata telah banyak menarik minat pecatur top dunia. ‘’Ini justru kesempatan emas bagi pecatur Indonesia termasuk saya,’’tambah pria asal Indramayu, Jabar itu.    .

Selain Susanto, prestasi cukup fantastis dibuat ‘’singa tua’’ GM Ardiansyah  yang mampu  mengemas nilai 7. Ardiansyah bertengger  di peringkat ke-21, disusul IM Dede Lioe di anak tangga ke-34. Sedang WGM Irene Kharisma Sukandar hanya bertengger di posisi ke-45.

WGM Medina Warda Aulia gagal meraih norma Master Internasional (IM) putra, menempati urutan 54 klasemen akhir dengan raihan 5,5 poin.Si cantik WIM Chelsie Monica Sihite dengan poin yang sama berada di peringkat ke-63. TOR-05

 

TINGGALKAN KOMENTAR