JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Usaha Persidago Kabupaten Gorontalo untuk menjadi tuan rumah pada puturan kedua Divisi Dua Liga Indonesia XVIII 2013 pupus sudah. Rapat Managers Meeting putaran kedua Divisi II yang dilaksanakan, Selasa, (29/10) di Gedung Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta. Membahas 24 tim yang akan mengikuti putaran kedua untuk menuju ke Divisi I.

Setelah melaksanakan rapat yang cukup alot dan berlangsung hingga 4 jam. Akhirnya panitia Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) telah membagi 6 grup dari 24 tim yang lolos ke putaran kedua. Selain itu, BLAI pun sudah menunjuk tim mana yang akan menjadi tuan rumah pada putaran kedua tersebut. Persidago, Kabupaten Gorontalo kalah bersaing dengan Persitoli Tolikara dalam memperebutkan posisi sebagai tuan rumah.

“Dalam rapat itu kami sudah sangat berusaha, bahkan kami sangat ngotot untuk tetap menjadi tuan rumah di putaran kedua ini. Namun dengan berbagai pertimbangan dan penawaran yang disampaikan Persitoli Tolikara untuk menjadi tuan rumah. Sehingga BLAI menunjuk Persitoli Tolikara sebagai tuan rumah,” ujar assisten manajer Persidago Isa Lawani, SE yang mewakili manajemen Persidago untuk mengikuti Managers Meeting di Jakarta.

Menurut Isa Lawani yang dihubungi DinamikaGorontalo,com,  Persitoli Tolikara siap untuk menanggung akomodasi dan komsumsi dari setiap tim, jika Persitoli Tolikara menjadi tuan rumah. “Jadi kami hanya dibebankan untuk biaya transportasi para pemain.

Selain itu juga mereka akan menggunakan stadion Pendidikan yang merupakan markas dari Persiwa Wamena yang saat ini berada pada kompetisi Indonesia Super League (ISL). Otomatis dengan melihat stadion yang digunakan dan tawaran dari Persitoli Tolikara untuk menanggung akomodasi itu, BLAI menunjuk mereka sebagai tuan rumah puturan kedua,” lanjut Isa Lawani.

Persidago sendiri berada di grup R bersama dengan Halmahera FC, Persiyali Yalimo dan Persitoli Tolikara. “Melihat kawasan juga Halmahera FC, Persiyali Yalimo dan Persitoli Tolikara itu berdekatan. Sehingga itu juga menjadi pertimbangan BLAI,” ucap Isa yang juga wasit Nasional itu.
Untuk kick off putaran kedua divisi II Liga Indonesia XVIII 2013 dilaksanakan pada 19 November 2013.

Sementara itu, dari pihak BLAI, dalam hal ini melalui Manajer Admnistrasi Kompetisi, Priyadi Budi, menyatakan bahwa faktor infrastruktur lapangan dan stadion masuk pertimbangan untuk menentukan status tuan rumah. Hanya, selain aspek itu, juga diperhatikan bagaimana akses satu kota untuk klub lainnya di dalam satu Grup.

Selain membahas teknis pelaksanaan babak 24 besar mendatang, dalam manager meeting juga dilakukan evaluasi bersama. Berbagai kasus yang masuk ke meja BLAI, coba disampaikan ke peserta sebagai pelajaran agar tidak kembali terulang. Bukan hanya permasahan di seputar pelaksanaan kompetisi hingga kinerja wasit, permasalahan adminsitrasi juga dipaparkan/ TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR