JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Setelah berputar selama 10 bulan, Pertamina League U-16 pada Sabtu, (16/11) malam akhirnya ditutup secara resmi oleh CEO Pertamina Foundation, Lina Pramono. Kompetisi SSB dari Jabodetabek itu mengantarkan Villa 2002 sebagai juara.
Villa 2000 tampil sebagai juara setelah mengumpulka nilai tertinggi dibanding para pesaingnya. Dari 26 pertandingan yang telah dilakoninya, Villa 2000 mengoleksi 60 poin terpaut tujuh poin dari saingannya Pertamina Soccer Star yang finish di urutan kedua. Sedangkan ASIOP Apac Inti menempat peringkat ketiga.
Selain gelar juara, pada malam penutupan itu juga diumumkan 25 pemain dari berbagai klub yang berhak mendapatkan bea siswa dari Pertamina. Mereka adalah para pemain terbaik dari masing-masing klub. Ke-25 pemain ini rencananya juga akan digembleng dalam pembinaan lanjutan.
CEO Pertamina Foundation Lina Pramono mengatakan, Pertamina sangat fokus untuk pembinaan usia muda di sepakbola Indonesia. Menurutnya, tanggungjawab pembinaan olahraga termasuk sepakbola ini bukan hanya tanggungjawab Persatuan Sepakbola
Seluruh Indonesia (PSSI) maupun pemerintah saja.
“Membangun prestasi sepakbola bukan hanya tanggungdjawab pemerintah tetapi semua pihak. Marilah kita gelar kompetisi berjenjang dan berkesinambungan,” kata Lina Pramono kepada wartawan seusai menutup secara resmi Liga Pertamina U-16 di Lapangan Simprug, Jakarta Selatan, Sabtu (16/11) malam.
Terkait penyelengaraan kompetisi musim depan, Lina mengaskan Pertamina League tidak hanya memutar kompetisi U-16 saja tapi juga U-17.
“Saya sudah lapor ke Direksi Pertamina. Intinya, Pertamina League ini akan digelar secara berkesinambungan sehingga bisa dipastikan tahun depan kejuaraan ini pasti digelar lagi, tentunya dengan pemain-pemain yang lebih muda dari yang ada saat ini,” papar Nina.
Selain Pertamina League U-16, pihak Pertamina Foundation juga tengah menggodok kemungkinan menggelar kejuaraan serupa untuk usia U-18.
“Itu tengah kami pikirkan. Kami ingin ada kompetisi berjenjang di tingkat usia muda, sehingga bisa membantu PSSI dalam melakukan talent scouting pemain muda,” tambahnya.
Namun demikian, lanjut dia, semestinya semua kompetisi usia dini itu dilakukan secara berjenjang agar para pemain tidak kehilangan momen untuk mengembangkan kemampuannya. TOR-05 .

TINGGALKAN KOMENTAR