stefanova01JAKARTA-(TribunOlahraga.com) “Jakarta selalu menyenangkan buat saya,” ungkap juara dunia catur cepat (rapid chess) 2012-2014 dari Bulgaria, GM Antoaneta Stefanova (rating 2494), yang sudah berada di Jakarta sejak Jumat (28/11) seperti dikutip dari ChessKu.com.
Belum genap dua bulan lalu, Stefanova juga mengunjungi Jakarta dan tampil sebagai juara di bagian putri turnamen catur Indonesia Terbuka. Kini ia singgah lagi di Jakarta untuk melakukan dwitarung dirinya, melawan dua pecatur putri terbaik Indonesia, Irene Kharisma Sukandar (2369) dan Medina Warda Aulia (2335) di Ballroom Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) Bekasi pada 2-4 Desember 2013 ini.


“Di Eropa sekarang ini sedang dingin. Lebih enak berada di Jakarta,” tutur pecatur cantik yang memiliki tinggi 170 cm itu ketika dijumpai di hotel Shangrila, Jakarta. Ety, panggilan akrab Stefanova, berada di Jakarta dalam perjalanan mempersiapkan diri menuju sebuah pertandingan di Beijing pekan depan.
Keberadaan Stefanova di Jakarta kali ini dimanfaatkan benar oleh PB Percasi dan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) untuk mengadakan serangkaian pertandingan eksibisi melawan dua Grandmaster Putri milik Indonesia, Irene Kharisma Sukandar dan Medina Warda Aulia serta bertarung simultan lawan pecatur-pecatur muda Indonesia yang tergabung dalam Pelatnas Catur Lapis Kedua.
Selain menyandang juga gelar GM pria, Stefanova, 34 tahun, juga runner up Kejuaraan Dunia Catur Wanita 2012, pernah tercatat sebagai pecatur wanita nomor satu Bulgaria selama lebih dari sepuluh tahun terakhir. Rating tertinggi yang pernah dicapai Stefanova adalah 2560 pada Januari 2003, Mei 2010 dan Juli 2010. Prestasi terakhirnya adalah menjadi Juara Indonesia Open 2013 untuk kelompok wanita. Di turnamen yang sama Irene dan Medina berturut-turut berada di peringkat empat dan lima.
Stefanova akan bertanding masing-masing enam (6) babak melawan Irene dan Medina, yang terdiri dari dua (2) babak catur cepat (25 menit) dan empat (4) babak catur kilat (5 menit). Waktu pikir yang tanpa penambahan waktu ini memang disesuaikan dengan format waktu pertandingan catur cepat dan catur kilat di SEA Games Myanmar 2013 di mana Irine dan Medina turun pada kedua nomor tersebut.
Di atas kertas, Stefanova jauh lebih favorit untuk memenangkan pertandingan berhadiah total USD3,000 (masing-masing USD1,000 bagi pemenang dan USD500 bagi yang kalah), dibanding Irena dan Medina. Akan tetapi, kemungkinan lain tentunya masih terbuka.
Ada beberapa data yang menguatkan, kenapa Stefanova lebih favorit, yaitu rating dara cantik itu dalam catur cepat (rapid) maupun catur kilat (blitz) di atas 2500an, tepatnya 2582 dan 2508! Bandingkan dengan rating rapid dan blitz milik Irene per 1 November 2013: 2347 dan 2377; sedang Medina: 2355 dan 2212. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR