JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Mantan Ketua Umum KONI Pusat, Agum Gumelar mengatakan jika ingin pencak silat dimainkan di Olimpiade, semua pemangku kepentingan olahraga mulai dari Kemenpora, KONI, KOI, PB.IPSI harus bekerja keras.
Karena untuk menjadi cabang olahraga resmi di ajang Olimpiade tak semudah membalikkan telapak tangan.’’Butuh proses dan waktu dan saya kira itu ada tahapannya,’’kata Agum Gumelar di sela-sela malam ‘’gala dinner dan celebration’’ IOA di Ball Room Hotel Century Park Senayan Jakarta, Rabu, (3/12) malam.
Dalam acara yang dihadiri Menpora Roy Suryo, Ketua DPR Marzuki Alie, Menteri Urusan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Nyonya Linda Agum Gumelar, Ketua KOI Rita Subowo itu tercetus keinginan agar Indonesia memperjuangkan pencak silat masuk Olimpiade.
Menurut Agum, pemerintah juga harus memberikan dukungan karena tanpa itu, sulit untuk menjadikan pencak silat masuk ajang pesta olahraga terbesar di dunia itu.
Sementara itu Menpora Roy Suryo menegaskan memang sudah selayaknya pencak silat sebagai cabang olahraga warisan leluhur bangsa Indonesia dimainkan di Olimpiade.
‘’Dosa besar jika kita tak ingin memperjuangkan pencak silat masuk Olimpiade. Kemenpora tentu akan mendukung dan berharap adanya keterlibatan semua elemen,’’paparnya.
Sebagai ilustrasi, ketika berlangsung Asian Games 2002 di Busan, Korsel, Indonesia melakukan kampanye pencak silat agar dimainkan di Asian Games berikutnya (2006) di Doha, Qatar. Namun apa daya, kampanye yang dilakukan Rahmat Gobel yang saat itu masih menjabat Wakil Ketua Umum PB.IPSI dan Ketua Harian Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional), tak membuahkan hasil. Pencak silat gagal dimainkan di Doha.
=Program IOA=
IOA yang baru berumur tiga tahun itu, kini telah merancang konsep dan program nyata termasuk mengajak dan memberikan dorongan serta bantuan secara total kepada seluruh atlet Indonesia yang bertanding di SEA Games Myanmar.
IOA juga berharap penuh agar persiapan pembinaan pada tahun depan dan tahun-tahun berikutnya menuju Olimpiade 2016 di Brasil dapat menjadi hal penting yang diutamakan oleh Kantor Menpora, KOI, KONI Pusat dan seluruh ‘stakeholder’ olahraga, PB/PP, Indonesia.
Untuk mendukung program pembinaan ini, IOA pun telah melakukan konsolidasi dan membentuk program-program dukungan diluar pembinaan, yakni melalui rencana strategis berupa: program karir atlet untuk masa depan, program kewirausahaan, program bisnis dan media, program kultur dan institusi, dan program pendidikan dasar dan ‘home-schooling’.
“IOA juga ingin mengajak para insan olahraga dan organisasi olahraga untuk dapat memberikan dukungan secara khusus kepada cabang olahraga beladiri pencaksilat yang kami harapkan dapat menjadi salah satu cabor yang nantinya dapat dipertandingkan melalui pertunjukan eksebisi di tingkat internasional pada Olympiade 2020, di Tokyo, Jepang,” papar Anton Suseno.
Pencak silat adalah salah satu cabang olahraga beladiri yang identik dengam unsur nasionalisme Indonesia dan kiranya perlu mendapatkan dukungan yang sepenuhnya dari pemerintah dan seluruh ‘stakeholder’ olahraga.
IOA berharap agar kondisi prestasi olahraga nasional Indonesia dapat terus diperjuangkan, dapat menjadi program prioritas dan utama bagi pemerintah, dapat menjadi yang terbaik pada level regional dan Asia, dan dapat menjadi suatu karir idaman bagi para siswa-siswi muda di seluruh kepulauan Indonesia.
Olahraga bukan hanya menjadi unsur kesehatan semata, tetapi olahraga adalah suatu unsur kehidupan yang ‘fair’, ‘balance’, dan menjadi gaya hidup yang sejati. Prinsip ini sesuai dengan nilai dasar ‘Gerakan Olympiade’ yaitu ‘excellent’/menjadi yang terbaik, ‘friendship’/persahabatan, dan ‘respect/rasa hormat.
IOA Dalam Bingkai Sejarah=
Meski baru berumur tiga tahun, Indonesia Olympians Association (IOA) ingin eksistensinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan dan peningkatan olahraga Indonesia.
Dalam acara tersebut juga hadir Presiden Olympians Asia-Oceania, Samer Kamal yang melayangkan pujian kepada IOA. “Ini sebuah moment yang sangat spesial, sangat istimewa,” ungkap Samer Kamal.
Selain Samer Kamal, juga hadir Presiden Korea Olympians Association (KOA), Min Seok Song, Presiden Singapura Olympians Association (ASSOC), March Chay.
Bahwa ini adalah peristiwa bersejarah bagi IOA, itu juga yang disampaikan oleh Presiden IOA, Anton Suseno. Sejak berdirinya IOA pada tanggal 5 Agustus 2010, ini adalah suatu langkah bersejarah bagi para Olympians Indonesia.
Atas kerjasama dan koordinasi langsung dari WOA (World Olympians Association) dan ketua umum KOI dan KONI pada 2010, Rita Subowo, maka asosiasi olahraga ini dapat didirikan.
Ini sesuai dengan peraturan dan ketentuan organisasi internasional oleh Presiden IOC, dan WOA, pada bulan September 1995 oleh mendiang mantan Presiden IOC, Juan Antonio Samaranch.
IOA adalah suatu organisasi yang bersifat non-profit, bertujuan menerapkan prinsip-prinsip dasar ‘Olympisme’ yang searah dengan konstitusi, AD/ART dari WOA, mempromosikan nilai-nilai luhur olimpiade berdasarkan Piagam Olympiade/Olympic Charter, serta melakukan seluruh kegiatan budaya olahraga dan pendidikan kepada seluruh atlet yunior Indonesia.
Adapun tujuan utama IOA, adalah, membentuk persahabatan dan mempersatukan sesama olympians di seluruh Indonesia. Memberikan contoh positif dan menjadi contoh/figur/peranan (role model) kepada atlet-atlet muda berpotensi di seluruh pelosok nusantara.
Mempromosikan pentingnya nilai-nilai dasar pendidikan pada masa awal sampai akhir prestasi olahraga. Dan, menentang penyalahgunaan nilai-nilai komersial, politik, penggunaan doping (obat-obatan terlarang) dan perlakuan diskriminatif kepada para atlet atlet-atlet nasional Indonesia.
Mantan atlet Olimpiade seperti trio srikandi panahan pembuka medali Indo nesia, Lilis handayani, Nurfitriyana Saiman, Kusumawardhani (perak Olimpiade Seoul, Korsel 1988), Taufik Hidayat peraih medali emas Olimpiade Athena Yunani 2004, Rexy Mainaki peraih medali emas ganda putra bersama Ricky Subagja di Olimpiade Atlanta 1996 dan mantan ratu tenis Indonesia Yayuk Basuki juga tampa hadir dalam acara yang cukup prestisius itu. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR