BOGOR-(TribunOlahraga.com)
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mengaku tidak heran dengan perolehan medali tuan rumah Myanmar meski gelaran SEA Games 2013 baru dibuka secara resmi Rabu (11/12).

“Myanmar langsung melejit berkat cabang olahraga tradisional mereka (Chinlone). Kami tidak heran dengan hasil itu,” kata Roy Suryo disela Media Gathering di Hotel Santika, Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Menurut dia, sebagai tuan rumah, Myanmar memang berhak mengajukan cabang olahraga yang dipertandingkan. Namun, cabang baru yang dipertandingkan tersebut dinilai hanya menguntungkan tuan rumah.

Hingga saat ini tuan rumah Myanmar mampu mengemas delapan medali emas, dua perak dan tiga perunggu. Hampir semua medali yang didapat berasal dari cabang olahraga Chinlone.

Chinlone merupakan olahraga semacam sepak takraw, hanya saja cabang olahraga ini dimainkan oleh enam orang dan tanpa lawan. Keahlian pemain dalam memainkan bola merupakan salah satu faktor yang dinilai.

“Tidak hanya Chinlone, tuan rumah juga memasukkan catur tradisional mereka. Jelas ini akan menguntungkan tuan rumah. Apalagi, Myanmar juga memangkas nomor unggulan Indonesia,” katanya menambahkan.

Khusus untuk cabang catur, lebih dari 10 nomor yang dipertandingkan. Catur tradisonal Myanmar dan catur Asean merupakan mayoritas nomor yang dipertandingkan selain nomor catur pada umumnya.

Meski Myanmar saat ini melejit dalam perolehan medali, Roy Suryo tetap optimistis dengan kemampuan atlet-atlet Indonesia karena belum semua cabang olahraga dipertandingkan. Target yang dibeban yaitu 120 emas kemungkinan akan tercapai.

“Kita cukup realistis dengan melihat pergerakan Myanmar. Pada awalnya hanya membidik tiga besar, tapi sekarang mulai membidik juara. Tapi kita harus optimistis,” kata pria yang juga ahli telematika itu.

Sementara Ketua Satlak Prima Suryadharma mengatakan, melihat pergerakan Myanmar saat ini Indonesia harus realistis dengan target yang dicanangkan yaitu mempertahankan posisi juara umum.

“Jika seperti ini, Indonesia mendapatkan 100 medali emas saja sudah bagus. Makanya kita harus bersemangat untuk mencapai target,” katanya di sela Media Gathering Bedah Kantung Medali Indonesia di SEA Games 2013 Myanmar.

Langkah Indonesia untuk mempertahankan posisi juara umum, kata dia, memang sudah ditahan oleh tuan rumah. Hal ini dibuktikan dengan tidak dipertandingkannya cabang olahraga andalan Indonesia seperi sepatu roda, paragliding, panjat tebing hingga tenis.

Meski tuan rumah terus melejit, kontingen Indonesia mulai menunjukkan peningkatan terbukti pada hari ini mampu berada diposisi empat dengan dua emas, satu perak dan dua perunggu. Emas dipersembahkan dari cabang wushu. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR