JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Berdiri pada tahun 2005, Sekolah Sepak Bola (SSB) Mekar Sari, Bogor diam-diam punya cita-cita tinggi yakni melahirkan pesepakbola andal yang kelak menjadi pemain kelas dunia.
Kedengarannya seperti mimpi, tetapi itulah tekad yang dijadikan pelecut semangat SSB yang didirikan oleh trio Wahyu Suyono, Mulyadi dan Ridwan Suwasto ini.
‘’Ya jujur saja, melahirkan pemain kelas dunia tentu bagaikan mimpi. Namun kita hidup harus punya mimpi karena dari situlah kita selalu merasa tertantang untuk mewujudkan mimpi tersebut,’’kata Mulyadi yang juga salah satu dari tujuh pelatih di SSB Matador Mekar Sari ini.
Meski baru 9 tahun berdiri, prestasi demi prestasi sudah diraih SSB Matador Mekar Sari ini. Pada tahun 2013, tercatat 10 kali mereka tampil sebagai juara dintaranya, ISA MB U-10, JNE U-10, Astam U-10, Garuda Cup U-10 dan U-12, Villa 2000 Cup U-10, Arhanud Cup U-10, Piala IFS U-10 dan Serpong City U-8.
Setahun sebelumnya SSB yang berada di kawasan Taman Buah Mekar Sari Kabupaten Bogor, Jabar ini juga merengkuh sejumlah gelar juara seperti Isuzu Cup U-11 dan U-11, Galapuri Cup U-12 dan MNC Cup U-10 serta U-12.
Dengan jumlah siswa aktif mencapai 200 anak dari segala umur, SSB Matador Mekar Sari tak hanya menekankan pada aspek teknik sepakbola juga aspek lainnya seperti keperibadian dan mental tanding di lapangan.
‘’Karena mereka ini kan masih anak-anak usia dini, sehingga pembinaan mental dan semangat bertanding sudah harus ditanamkan sejak dini pula. Jika mental dan semangat tanding baru akan dibentuk setelah dewasa, tentu akan semakin sulit,’’tandas Mulyadi.
Impian Mulyadi dkk, dari SSB ini tak hanya melahirkan pemain dengan kualitas teknis permain tinggi juga memiliki mental dan kepribadian yang baik.
‘’ini penting sehingga jika kelak mereka menjadi pemain timnas dan berlaga di even internasional, mental tanding dan jiwa serta semangat untuk membela nama negara tak perlu diragukan lagi,’’paparnya.
Yang membuat para pendiri SSB Matador Mekar Sari ini merasa tertantang untuk mewujudkan impian melahirkan pemain kelas dunia karena anak-anak atau siswa binaan mereka itu mayoritas berasal dari kampung.
‘’Jadi kami ingin buktikan kepada dunia bahwa anak-anak kampung juga memiliki kemampuan untuk menjadi pemain kelas dunia,’’tambahnya.TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR