JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Muhamad Fikri Firdaus baru mengenal sepakbola sejak usia SD kelas VI. Namun bakat dan kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar ini patut diacungi jempol. Salah satu bukti kepiawaiannya itu tatkala panpel Turnamen Sepakbola U-12 Piala Mensesneg 2013 lalu menobatkan anak kelahiran Bekasi 31 Juli 2002 ini sebagai pemain terbaik.
Luar biasa, padahal ada sekitar 400 anak ikut berlaga dalam turnamen yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan Jakarta.
Fikri, begitu anak pasangan Ocip (ayah) dan Ina (ibu) itu disapa, mengaku senang dan bangga ketika dikukukan sebagai pemain terbaik dalam turnamen U-12 Piala Mensesneg.
‘’Terus terang saya juga tak menyangka karena dari sekian ratus anak ikut bertanding, saya dipilih sebagai pemain terbaik. Ini semakin memotivasi saya untuk berlatih lebih keras,’’kata Fikri.
Fikri juga mengaku, bermain sepakbola tak hanya sekedar hobi tetapi ke depan harus lebih dari itu. Ia sudah siap lahir bathin untuk menjadikan sepakbola bagian dari hidupnya. Itu artinya kelak Fikri ingin menjadi pemain professional.
Dengan berlatih sebanyak empat kali dalam seminggu (Senin, Rabu, Jumat dan Minggu) di SSB Matador Mekar Sari, Fikri selalu memperhatikan arahan atau instruksi dari tim pelatih.
‘’Kalau ingin menjadi pemain hebat, kita harus patuh terhadap instruksi pelatih karena mereka adalah ‘’guru’’ di lapangan,’’tandas pelajar kelas I di SMP PGRI Bogor ini.
Untuk melecut semangatnya menjadi pemain dunia, Fikri pun mengidolakan Evan Dimas dan Christian Ronaldo. Alasannya mengidolakan kedua pemain itu karena permainan mereka berkelas.
‘’Evan Dimas di timnas U-19, permainannya sangat menonjol, sementara Ronaldo menjadi roh permainan tim baik di klubnya Real Madrid atau timnas Portugal,’’papar Fikri yang berposisi sebagai pemain gelandang ini.
Selama dua hari (27-28 September) 2014 ini, Fikri bersama timnya berlaga di Piala Mensesneg U-12. Fikri tak hanya bertekad mempertahankan gelar pemain terbaik tetapi ingin mengantarkan SSB Matador Mekar Sari ke tangga juara.
Pada even yang sama tahun lalu, SSB Matador Mekar Sari hanya menjadi semifinalis setelah dikalahkan Asiop. TOR-02

TINGGALKAN KOMENTAR