JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Walaupun dalam perkembangannya mengalami banyak kendala terutama dari segi peralatan, soft tenis diyakini oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman berpotensi untuk berprestasi dunia.

Pasalnya, olahraga soft tenis mirip permainan tenis lapangan sehingga memiliki kemiripan dalam hal karakter bermainnya.

Demikian dikatakan Tono Suratman ketika melantik Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Indonesia (PP PESTI Masa Bakti 2013 – 2018 di Lantai 12 KONI Pusat Senayan Jakarta, Kamis, (4/6).
.
Kepengurusan PP PSTI ini baru terbentuk Desember tahun lalu. Tepatnya melalui Musyawarah Nasional (Munas) PESTI di Jakarta, 21-22 Desember. Dalam Munas tersebut Martuama Saragih terpilih menjadi Ketua Umum PP PESTI .

Organisasi Pesti sempat vakum beberapa tahun dan sempat bergabung dengan PB.Pelti (tenis lapangan). Pada era 1990-an, Pesti awalnya diketuai mantan Menpora Abdul Gafur. Atlet soft tenis pun hampir 90 persen berasal dari cabang tenis yang prestasinya sudah mentok.

Tono Suratman pun menyinggung masalah pembinaan atlet di soft tenis ini. Tono Suratman berharap kepengurusan baru ini dapat bekerja maksimal, sehingga kedepannya PESTI dapat berprestasi lebih baik lagi.

“Kami ucapkan selamat kepada seluruh pengurus PP PESTI yang baru dilantik. Seseungguhnya KONI Pusat sudah menerapkan grand strategy pembangunan olahraga prestasi nasional sejak 2014. Maka, kami harapkan setiap induk organisasi olahraga, termasuk PP PESTI menjadikan grand strategy soft tennis sebagai acuan dalam penentuan program dan strategi untuk pencapaian prestasi soft tennis,” tutur Tono Suratman

Hal senada juga disampaikan Martuana Saragih. Dalam bincang-bincangnya dengan awak media usai pelantikan, Martuana Saragi, mengaku salah satu tugas yang akan dilakukannya, yaitu melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai olahraga ini.

Dia menjelaskan kendala dalam memasarkan olahraga ini berada pada ketersediaan peralatan. Selama ini, hampir 90 persen perlatan soft tenis harus didatangkan dari Jepang.

Oleh karenanya, Saragih akan mengajak para pengusaha untuk membantu pengembangan olahraga soft tenis ini secara nasional. Artinya para pengusaha bisa membantu dalam segi penyediaan bola, raket soft tenis supaya mudah didapat olah para atlet.

“Kami melakukan pendekatan supaya olahraga ini dikenal masyarakat. Kami melakukan sosialisasi ke daerah melalui pengprov. Kami memperkenalkan olahraga ini dan memasyarakatkan alat (raket dan bola). Olahraga ini mempunyai potensi meraih prestasi di event-event internasional.,” katanya.

Mengenai prestasi, Saragih mengatakan meski perkembangan olahraga soft tenis masih terkendala peralatan, prestasi para atlet soft tenis Indonesia di even internasioanl cukup menggembirakan.

Fakta yang paling aktual tentu sukses atlet soft tenis merebut 1 medali perak dan 1 perunggu di Asian Games 2014 lalu di Incheon, Korsel.

Dengan adanya pengurus baru ini, Saragih berjanji akan lebih meningkatkan prestasi soft tenis di tingkat internasional.”Tahun 2018 soft tenis juga dimainkan di Asian Games dimana Indonesia jadi tuan rumah. Harapan saya, prestasi di Asian Games sebelumnya bisa dipertahankan, syukur-syukur lebih,”paparnya.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR