JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Bukan basa-basi atau guyonan semata jika Pengurus Provinsi (Pengprov) Pelti Papua bertekad pada PON ke-20 tahun 2020 di mana Papua sebagai tuan rumah, ada petenis petenis putra daerah mampu menjadi juara.

”Sebagai tuan rumah PON 2020, Papua tentu berkeinginan kuat agar ada petenis putra daerah menjadi juara. Memang tak mudah, namun tekad itu sudah harus digaungkan dari sekarang,”kata Ketua Pengprov Pelti Papua, T.E.A Heri Dosinaen kepada sejumlah wartawan seusai bertanding dalam Kejurnas Tenis Veteran III/2015 di Lapangan Tenis Kompleks Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Jumat, (22/8).

Menurut pria yang memang ”gila” tenis ini, untuk mewujudkan tekad itu, Pengprov Pelti Papua sudah melakukan berbagai terobosan seperti mengirim beberapa petenis putra daerah berlatih di luar Papua dan juga mendatangkan pelatih berkualitas ke Papua.

”Pelti Papua kini tengah mempersiapkan 10 atlet yang sekarang berusia antara 13-15 tahun. Jika pembinaannya berjalan mulus, kami yakin diantara mereka itu ada yang bisa berjaya di PON 2020 nanti,”tambah Sekda Papua itu.

Namun sebelum menuju sukses sebagai tuan rumah PON XVII 2020, lanjut Dosinaen, pihaknya tetap berkonsentrasi pada PON XVI di Jawa Barat.

“Di PON XVI Jabar Papua menargetkan 2 medali emas. Sebagai langkah uji coba, para petenis akan kami terjunkan pada Kejurnas Tenis Gubernur pada Oktober mendatang di Papua,” tutur Dosinaen yang juga putra kelahiran NTT ini

Dosinaen bangga kalau, ternyata di Papua, khususnya di Jayapura, antusias anak-anak Papua menggeluti olahraga tenis sudah cukup memadai.

“Sekarang ini sudah banyak anak-anak muda yang main tenis, selain orang tua. Mereka kami didik menjadi atlet tangguh. Kalau kami kan sekadar olahraga saja,” jelas Dosinaen yang berpasangan dengan Sulistyono Wibowo berhasil mengalahkan pasangan Korea 8-1 di Kejurnas Tenis Baveti III ini.

Dosinaen yang pernah tampil di POMNAS 1989 Yogyakarta ini, menegaskan potenis olahraga tenis di Papua cukup bagus.

“Nah, untuk itu, kami berharap di Kejuraan Piala Gubernur Oktober mendatang, petenis-petenis Papua bisa menunjukkan prestasi,” harap Dosinaen.

Bahkan Dosinaen bermimpi suatu saat di Papua ada petenis putri sekelas Williams bersudara (Serena & Venues) dari AS.

”Dengan kondisi alam di Papua yang cukup keras dan menantang, para remaja putri di Papua pasti memiliki kekuatan fisik yang luar biasa dan menemukan putri-putri Papua seperti itu sangat mudah. Tinggal diarahkan untuk menjadi petenis hebat,”demikian kata Dosinaen. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR