Menpora Imam Nahrawi didampingi pendiri sekaligus sesepuh Jaya Raya, Ir.Ciputra dan Walikota Tangerang Selatan Airin, (Foto/Ejan Mahmud)

TANGSEL-(TribunOlahraga.com)
Perkumpulan Bulutangkis (PB) Jaya Raya bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi beserta Ir. Ciputra meresmikan gedung olahraga (GOR) baru di area Bintaro Jaya, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/9).

GOR baru ini dikhususkan untuk melatih atlet berusia 12 tahun hingga 18 tahun yang berdiri di atas lahan seluas 1,3 hektare dengan dua bangunan utama, hall bulutangkis dan asrama atlet, disertai beberapa bangunan penunjang.

Hall bulutangkis yang memiliki luas bangunan 4.583 meter persegi mempunyai fasilitas berupa 16 lapangan, tribun penonton berkapasitas 500 orang, ruang fitness, 10 ruang kelas, ruang rapat, ruang kantor, ruang medis, kantin, dan ruang penunjang lain.

Sementara itu, asrama atlet seluas 1.693 meter persegi, memiliki 25 kamar putra dan 25 kamar putri yang dapat menampung 132 atlet.

“Selain berlatih, seluruh atlet akan bersekolah dengan kurikulum khusus sehingga mereka dapat menyelesaikan pendidikan setara SMP dan SMA, meskipun memiliki jadwal latihan bulutangkis yang padat,” ujar Imelda Wiguna Ketua Harian PB Jaya Raya.

Menpora Imam Nahrawi menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada atlet PB Jaya Raya yang sudah mengharumkan nama Indonesia di dunia, lewat cabang bulutangkis.

“Di forum ini hadir legenda bulutangkis nasional dan telah mengabdikan hidupnya untuk bulutangkis Indonesia seperti Susi Susanti, Candra Wijaya, Markis Kido dan Hendra Setiawan,” imbuhnya.

Pemerintah, tambahnya, memberikan apresiasi yang tinggi kepada PB Jaya Raya yang tidak hanya melahirkan juara-juara dunia, tetapi juga memberikan inspirasi bagi kita semua dalam komitmennya mendidik, membina dan mengembangkan sekaligus memajukan olahraga di Tanah Air, khususnya olahraga bulutangkis.

“Pemerintah saat ini juga sudah memulai mengembangkan dan meningkatan prestasi olahraga melalui sports science yang diharapkan teknik dan kemampuan atlet dapat ditingkatkan dan mendapat presrasi yang gemilang, ” tutur Menpora.

Sebelumnya, selama 40 tahun, PB Jaya Raya menggelar pemusatan latihan atlet-atletnya di hall bulu tangkis Rudy Hartono yang berada di kompleks GOR Ragunan, Jakarta Selatan. Hall tersebut hanya memiliki enam lapangan.

Dalam keterbatasan tersebut, PB Jaya Raya melatih sekitar 80 atlet mulai dari usia 12 tahun hingga usia dewasa di Diklat Ragunan. Meskipun dalam keterbatasan, PB Jaya Raya telah menghasilkan atlet-atlet bulutangkis kelas dunia.

Sejak berdiri pada 17 Juli 1976, atlet-atlet PB Jaya Raya telah mengharumkan nama Indonesia melalui raihan 3 medali emas Olimpiade, 8 medali emas Kejuaraan Dunia, 12 kali juara All England, 8 kali juara Piala Thomas, 3 kali juara Piala Uber, 1 kali Piala Sudirman, 13 medali emas Kejuaraan Asia, 7 medali emas Asian Games, dan 59 medali emas SEA Games.

Ketua Pembina Yayasan Pembangunan Jaya Raya, Ciputra dalam sambutanya menceritakan awal mula berdirinya Klub PB Jaya Raya.

“Ketika ditawarkan oleh Gubernur DKI Ali Sadikin 40 tahun lalu untuk memajukan olahraga cabang atletik dan sepakbola, saya juga berimajinasi untuk membangun cabang bulutangkis dan saya sampaikan kepada pak Gubernur untuk mendirikan PB Jaya Raya,” kenang Ciputra.

Diakuinya, PB Jaya Raya saat ini mengalami keterpurukan karena dua Olimpiade berturut-turut yang lalu, atletnya tidak berhasil memperoleh medali. “Karenanya, melalui pembangunan Gedung Olahraga dan Sport Science mampu mengembalikan kegemilangan PB Jaya Raya,” katanya.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR