https://thumbp10-sg3.mail.yahoo.com/tn?sid=2001658522&mid=AFXFCmoAACMzWHxqPgILcKiW8O0&midoffset=2_0_0_1_218294&partid=2&f=1904&fid=Inbox&m=ThumbnailService&appId=YahooMailNeo&ymreqid=e52304f5-a144-9ffe-011e-ef002f010000&w=3000&h=3000

Tim BIG STARS BABEK , foto bersama pembina sebelum turun bertanding melawan Kebomania dalam laga kedua FJL di Stadion Mini Anda S Dipura, Pengulan Selatan Kotabaru Karawang Jabar, Minggu, (15/1). (Foto/Maria Lawalata).

KARAWANG-(TribunOlahraga.com)

Luar biasa, itulah kalimat yang pantas dialamatkan kepada tim Akademi Sepak Bola BIG STARS BABEK  dalam penampilan keduanya di Turnamen Sepak Bola Forum Sekolah Sepakbola Indonesia (FOSSBI) Junior League (FJL) 2017.

Dalam penampilan keduanya di FJL yang berlangsung di Stadion Mini Anda S Dipura Pangulan Selatan Kotabaru Karawang Jabar, Minggu, (15/1) itu, tim asuhan pelatih Asnuri ini menang 1-0 atas Kebomania.

Ini merupakan kemenangan kedua bagi tim, BIG STARS BABEK  setelah dalam laga perdana yang dimainkan di Stadion Mulawarman,Purwakarta, Minggu, pekan lalu menggebuk tim kuat UNI Bandung 2-0.

Gol tunggal kemenangan tim BIG STARS BABEK  dicetak M.Vidiansyah pada menit 57 babak kedua. Sebetulnya tim milik Maria Lawalata ini bisa unggul 2-0, kalau saja eksekusi pinalti yang dilakukan Jihan membuahkan gol. Sepakan Jihan masih melebar ke sisi kanan gawang Kebomania.

Meski hanya menang tipis 1-0, kubu BIG STARS BABEK  menyambut gembira hasil ini. Bahkan sang pembina Letkol TNI-AD Suryoko pun tak mampu menyembunyikan rasa gembiranya.

”Saya salut para pemain telah menunjukkan semangat tanding yang luar biasa. Padahal lawan yang mereka hadapi bukanlah tim kacangan. Namun saya tetap mengingatkan para pemain dan ofisial tim jangan dulu cepat puas karena perjalanan masih panjang,”kata Suryoko yang juga Komandan Detasmen Markas (DanDema) Badan Pembekalan (BABEK)  itu.

Suryoko pun meminta kepada seluruh pemain untuk tetap berlatih keras dengan disiplin tinggi. Karena tanpa kedua hal itu,  sulit meraih prestasi tinggi.

Hal senada juga diakui sang pemilik Akademi Sepak Bola BIG STARS BABEK , Maria Lawalata. Menurut wanita berdarah Ambon kelahiran Jakarta, 51 tahun silam ini, BIG STARS BABEK  selalu menekankan kebersamaan dan kekompakan.

”Selain disiplin dalam berlatih, kami menekankan kebersamaan dan kekompakkan. Tak ada yang merasa lebih menonjol apalagi sombong. Sepakbola adalah permainan tim, mengedepankan kebersamaan,”papar mantan penentu sukses kontingen Indonesia menjadi juara umum SEA Games XVI/1991 Manila, Filipina itu.

Seperti diketahui Maria Lawalata adalah atlet marathon andalan Indonesia. Dia merebut medali emas penentu kontingen Merah Putih menjadi juara umum SEA Games 1991 Manila, Filipina. TOR-06

TINGGALKAN KOMENTAR