JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB.PSTI) Asnawi Abdulrahman menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pemecatan pengurus. Pemecatan bisa terjadi jika kesalahan yang dilakukan pengurus sudah melampaui batas sehingga tak bisa ditolerir lagi.

Hal itu disampaikan Asnawi kepada TribunOlahraga.com, Rabu, (8/11) di Jakarta menanggapi pernyataan Djumadi Iskak yang mempertanyakan posisinya di PSTI.

Seperti sudah diberitakan ini, Selasa, (7/11), Djumadi mendatangi sekretariat PSTI di Lantai 8 Kantor KONI Pusat guna mempertanyakan posisinya sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres).

Menurut Djumani, sejak kepengurusan PSTI periode 2017-2021 ini dilantik oleh KONI Pusat, 25 September lalu, dirinya tak pernah dilibatkan dalam pembahasan program yang berkaitan dengan posisinya sebagai Kabid Binpres.

Namun hal itu dibantah Asnawi. Pria asal Makassar ini justru balik mempertanyakan komitmen dan tanggungjawab Djumadi sebagai Kabid Binpres.

”Kalau Pak Djumadi posisinya di PSTI sangat strategis karena menggendalikan pembinaan prestasi, semestinya dia harus fokus memikirkan apa yang harus dilakukan terkait dengan posisinya itu. Saat pelantikan saja, beliau tidak hadir karena harus ikut kegiatan Asian Indoor Games (AIG) di Asghabat, Turkmenistan. Padahal usai pelantikan, kami kan langsung menggelar Rakernas. Banyak hal yang dibahas termasuk program pembinaan ke depan,”papar Asnawi.

Asnawi juga menjelaskan, kesibukan Djumadi di luar PSTI secara langsung berdampak kurang baik bagi organisasi apalagi berkaitan dengan pembinaan.

”Saya tak mungkin menunggu Pak Djumadi bila ada tugas dan program yang secepatnya membutuhkan penanganan. Maka saya pun terpaksa menunjuk orang lain mengerjakan tugas yang semestinya menjadi tanggungjawab beliau,”tandasnya.

Ia juga membantah telepon seluler (HP)-nya susah dihubungi. ”Tolong buktikan kepada saya apakah ada komunikasi Pak Djumadi ke saya apakah lewat WA atau telepon langsung,”urai Asnawi lagi.

Semestinya, lanjut Asnawi, Djumadi harus sadar bahwa posisinya di PSTI itu sangat vital. Binpres itu adalah ”dapur’-nya pembinaan. Jadi alangkah eloknya Djumadi harus siap dalam kondisi apa pun.

Terlepas adanya pernyataan Djumadi, Asnawi memang akan melakukan evaluasi terkait dengan kepengurusan PSTI ini. Bahkan ia tak segan-segan akan melakukan reshulfe pengurus jika dianggap perlu.

Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di PSTI, Asnawi memegang teguh amanah Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman saat pelantikan bahwa menjadi pengurus bukan sekedar pajangan melainkan dituntut tanggungjawab.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR