Tour de Bintan Berkontribusi Bagi Pariwisata Indonesia

Tour de Bintan Berkontribusi Bagi Pariwisata Indonesia

69
0
Penabuh gendang memberi semangat kepada pebalap sepeda dalam Tour de Bintan di Nirwana Garden Resort, Bintan, Kepri, Sabtu (9/11). Tour De Bintan yang merupakan olahraga pariwisata untuk meningkatkan kunjungan pariwisata di Kepri dan Indonesia pada tahun ini diikuti oleh 1100 peserta dari 38 negara. (ANTARA FOTO/Feri) ()

BINTAN-(TribunOlahraga.com)

Tour de Bintan yang mendapat perhatian masyarakat internasional diharapkan berkontribusi bagi pariwisata Indonesia, kata Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Zaiman Prawira.

“Organisasi Pesepeda Internasional mengakui lintasan dalam Tour de Bintan dalam kategori Gran Fondo terbaik di Indonesia,” ujarnya, di Bintan, Jumat.

Luki mengemukakan Tour de Bintan satu-satunya kegiatan pariwisata bernuansa olahraga sepeda di Indonesia yang diakui Organisasi Pesepeda Internasional.

Hal itu membuktikan kegiatan pariwisata tersebut tidak hanya menarik perhatian pesepeda nasional, melainkan juga internasional.

Pemerintah pusat, terutama Kementeria Pariwisata juga memberi perhatian khusus pada Tour de Bintan. Kegiatan ini diharapkan

“Ini tidak hanya meningkatkan citra pariwisata di Bintan dan Kepri, melainkan Indonesia,” ucapnya.

Tour de Bintan tahun 2018 diselenggarakan 23-25 Maret. Jumlah pendaftar hingga sekarang mencapai 1.100 orang, yang berasal dari berbagai negara.

“Pesepeda berasal dari 43 negara,” ujarnya.

Luki mengatakan prestasi yang diperoleh dalam menyelenggarakan Tour de Bintan tidak membuat Pemkab Bintan puas. Kegiatan tersebut akan ditingkatkan agar semakin menarik perhatian masyarakat internasional.

Salah satu upaya menambah daya tarik Tour de Bintan yakni menambah jalur lintasan pesepeda. Peserta Tour de Bintan tahun 2018 akan melewati jalur lintasan baru di Jalan Raya Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

“Ini akan menambah panjang jalur lintasan pesepeda,” tuturnya.

Luki mengatakan dampak positif menambah jalur lintasan pesepeda yakni memperkenalkan Kijang sebagai kawasan yang tidak kalah menariknya dibanding Lagoi dan kawasan wisata lainnya. Kijang memiliki gedung-gedung unik seperti Gedung Tanjak dan masjid yang indah.

“Jalan di Kijang juga cukup baik menjadi jalur lintasan pesepeda,” katanya.

Luki mengatakan Tour de Bintan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisman, melainkan menumbuhkan sektor lainnya, seperti ekonomi kerakyatan, hotel, restoran dan transportasi. Semakin lama wisman tinggal di Bintan akan semakin menguntungkan masyarakat, pengusaha dan pemerintah daerah.

“Pariwisata di Bintan merupakan sektor unggulan,” katanya.TOR-10

TINGGALKAN KOMENTAR