Lazio. © AFP
JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Kekuatan Lazio tidak bisa dipandang sebelah mata di Serie A musim ini. Memang klub asal kota Roma ini tidak pernah menjuarai gelar Liga Italia sejak tahun 2000, tapi akhir-akhir ini mereka sedang menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dan mereka pantas menjadi penantang gelar.

Klub yang berdiri sejak 1900 ini bisa dikatakan sebagai klub besar pada era 90-an di bawah kekuasaan Sergio Cragnotti. Pada saat itu, Lazio memiliki sejumlah pemain bintang seperti Alesandro Nesta, Roberto Mancini, Sinisa Mihajlovic, Juan Sebastian Veron, Pavel Nedved,  hingga Christian Vieri.

Selama berada di bawah kekuasaan Cragnotti yang memiliki dukungan dana seperti tidak terbatas, Lazio mampu menjuarai berbagai gelar di antaranya gelar Serie A pada tahun 2000. Namun orang tertinggi yang memiliki perusahaan makanan tersebut akhirnya bangkrut. Tiga tahun setelah  Lazio juara liga, ia menjual klubnya yang dibeli sejak 1992 tersebut.

Lazio kemudian jatuh ke tangan Claudio Lotito. Di bawah kepemimpinan presiden baru ini, I Biancoceleste memang harus menerapkan hidup sederhana. Artinya mereka tak perlu mendatangkan pemain bintang seperti pada era sebelumnya. Tapi konsekuensinya adalah, Lazio harus lebih sabar untuk merasakan momen juara dan sampai saat mereka memang belum pernah menjuarai Serie A.

Namun demikian, prestasi Lazio tidak bisa dikatakan benar-benar jeblok di bawah kepemilikan baru. Pada tahun 2017 kemarin, mereka masih mampu menjuarai Piala Super Italia setelah mengalahkan Juventus.

Sampai saat ini, Lazio terus menunjukkan kebangkitannya di bawah asuhan pelatih Simone Inzaghi. Sepanjang musim ini, klub dengan lambang Burung Elang tersebut hanya tiga kali mengalami kekalahan sehingga mereka kini berada di peringkat tiga klasemen sementara dengan mengumpulkan 43 poin.

Simone Inzaghi

Menjadikan Inzaghi sebagai pelatih tim utama adalah berkah besar bagi klub yang bermarkas di Stadio Olimpico tersebut. Inzaghi adalah orang yang sudah benar-benar mampu menjiwai Lazio. Ia adalah salah satu pemain yang mengantarkan Lazio ketika meraih juara pada tahun 2000 silam.

Sebelum naik jabatan sebagai pelatih tim utama, Inzaghi mengawali karier kepelatihannya sebagai pelatih tim muda Lazio. Kemudian ia menjadi pelatih sementara setelah Lazio ditinggalkan Stefano Pioli. Jabatannya sebagai pelatih utama kemudian ditetapkan pada 2016 dengan kontrak hingga 2020 mendatang.

Melatih Lazio yang memiliki target harus lolos ke kompetisi Eropa sebenarnya bukan urusan gampang bagi Inzaghi. Lazio saat ini bukan klub yang memiliki dana besar untuk mendatangkan pemain bintang. Mereka justru lebih sering menjual pemainnya untuk menjaga keseimbangan finansial klub– agar bangkrut seperti yang terjadi pada era Cragnotti tak terulang.

Beberapa aset Lazio yang ada ketika Inzaghi masuk sebagai pelatih utama di antaranya adalah pemain seperti Filipe Anderson, Stefan de Vrij, Senad Lulic, Ciro Immobile, Sergej Milinkovic-Savic dan Marco Parolo. Jika dibandingkan dengan klub papan atas di Italia, nama-nama tersebut memang masih kalah populer. Tapi di tangan Inzaghi, para pemain tersebut  mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Dengan komposisi pemain yang ada saat itu, adik kandung dari Filippo Inzaghi tersebut memilih formasi 3-5-2. Sistem yang dibangun tersebut ternyata cukup sukses dan masih berjalan sampai saat ini.

Lazio sekarang lebih menyerang. Lazio terbukti telah mengumpulkan 53 gol di Serie A musim ini. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan seluruh klub Serie A. Pada musim sebelumnya, mereka juga mampu mengumpulkan 74 gol di bawah arahan Inzaghi.

Dengan formasi yang lebih mengutamakan barisan tengah tersebut banyak memberikan keuntungan bagi Le Aquile. Jika lini depan Lazio mengalami kebuntuan, lini tengah menjadi pendukung yang bagus dalam mencetak gol. Hal itu terbukti bahwa Milinkovic-Savic dan Parolo– di mana kedua pemain tersebut berposisi sebagai gelandang– telah menyumbangkan delapan gol di Serie A musim ini. Selain itu, kedua pemain tersebut juga memberikan tujuh assist.

Evolusi Pemain

Ciro Immobile adalah mesin gol bagi Lazio. Musim ini, penyerang 27 tahun tersebut menjadi top skor sementara di Serie A. Ia telah mengumpulkan 20 gol.

Penyerang asal Italia tersebut sebelumnya pernah bermain bagus di Torino. Ia sempat pindah bermain di Borussia Dortmund dan Sevilla. Namun ia gagal bersinar hingga akhirnya  kembali ke Torino dengan status pinjaman. Pada musim panas 2016, Lazio mendapatkannya dengan harga 9 juta euro. Saat ini, nilai transfer Immobile mencapai angka di atas 30 juta euro.

Pemain lain yang gagal kemudian bersinar di Lazio adalah Luis Alberto. Pemain 25 tahun asal Spanyol ini bukan siapa-siapa ketika Liverpool. Ia kerap menjadi pemain cadangan dan sering dipinjamkan ke klub lain. Lazio kemudian menebusnya dengan harga tidak lebih dari 4 juta euro.

Saat ini, Alberto menjadi pemain utama di dalam armada Lazio. Sejauh ini, ia telah mencetak enam gol dan memberikan delapan assist di Serie A. Wajar jika akhirnya ia menjadi incaran klub-klub besar di Eropa. Barcelona dan Napoli dikabarkan siap menebuskan hingga 15 juta euro.

Kebijakan Transfer

Pemain yang bergabung dengan Lazio bukanlah pemain dengan status pemain bintang atau pemain mahal. Kebanyakan pemain yang datang adalah mereka yang memang dibutuhkan tim dan memiliki potensi untuk menjadi pemain besar di masa yang akan datang.

Dalam hal ini, direktur olahraga Lazio, Igli Tare, patut mendapat pujian. Ia memiliki insting yang kuat dalam mengendus bakat pemain sehingga banyak pemain yang ia rekrut sukses dan bernilai mahal di kemudian hari.

Salah satu bukti kesuksesan Igli Tare ketika mendatangkan Milinkolic-Savic. Pemain 22 tahun ini diboyong dari Genk pada tahun 2015 lalu dengan harga 18 juta euro. Sekarang ia menjadi pilihan utama di dalam skuat Lazio dan menjadi otak permainan.

Milinkovic Savic sendiri terus mengalami perkembangan sehingga banyak klub yang disebut ingin mendapatkan jasanya. Klub asal Inggris Manchester United bahkan disebut siap menebus pemain asal Serbia tersebut lebih mahal dari Paul Pogba.

Kemudian pada awal musim ini, Lazio mendatangkan sejumlah pemain baru. Namun kehadiran pemain itu tidak banyak menghabiskan dana besar. Dari sembilan pemain yang datang, Lazio hanya mengeluarkan dana sekitar 26 juta euro. Pemain tersebut di antaranya: Pedro Neto, Adam Marusic, Lucas Leiva, Luis Nani, Bruno Jordao dan Felipe Caicedo.

Kedatangan para pemain tersebut juga efektif. Marusic sukses menggantikan peran Dusan Basta di tim utama. Lucas Leiva pun bermain apik di lini tengah menggantikan Lucas Biglia yang hengkang ke AC Milan pada jendela transfer musim panas kemarin. Pemain muda seperti Neto (17 tahun), Bruno Jordao (18 tahun), diproyeksikan menjadi aset masa depan.

Nah, jika performa Lazio terus konsisten seperti sekarang dan tetap menjaga kekuatan tim yang sudah padu, maka jalan Lazio menuju Scudetto pun bisa dipercaya akan segera tergelar.TOR-03

TINGGALKAN KOMENTAR