Jaksa Agung RI HM Prasetyo saat memberikan keterangan pers ikhwal keterkaitan Plt Sekjen KOI Hellen Sarita Delima dalam kasus penyelewenangan dana SEA Games 2017. Keterangan pers yang juga dihadiri sejumlah wartawan olahraga ini berlangsung di Mesjid Baitul Adli Kejaksaan Agung RI, Jakarta. (Foto/ist)

Oleh: Suharto Olii

Sejak diumumkan oleh Jaksa Agung RI HM Prasetyo ikhwal keterkaitan Plt Sekjen KOI Hellen Sarita Delima Jumat dalam kasus penyelewengan dana SEA Games 2017 pada Jumat, (26/1) pekan lalu, masyarakat olahraga Indonesia amat berharap kasus ini diusut sampai tuntas.

Memang, Hellen sendiri sudah membantah bahwa dirinya sama sekali tak terkait dengan kasus penggelapan dana SEA Games 2018 tersebut. Hellen mengaku sama sekali tak menandatangan dokumen yang berkaitan dengan lalu lintas keuangan kontingen SEA Games 2017.

Hellen sah-sah saja membantah karena kasusnya sendiri masih dalam pendalaman Kejaksaaan Agung RI. Namun terlepas dari itu semua kita wajib mengawal kasus ini jangan sampai menguap begitu saja tanpa ada kejelasan.

Image result for foto Plt Sekjen KOI

Hellen Sarita Delima (Foto/ist)

Yang pasti, orang nomor satu di Kejaksaan Agung RI, HM Prasetyo sudah memberikan keterangan dan menyebut nama Hellen terkait dugaan penyalahgunaan dana SEA Games 2017. Itu artinya Jaksa Agung tak mungkin asal sebut nama tanpa ada fakta-fakta hukum yang kuat.

Pihak kepolisian dituntut bergerak cepat untuk memproses kasus ini sebelum ditemukan bukti adanya penyelewengan dana SEA Games 2017. Pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo setidaknya sudah cukup bagi kepolisian untuk mengambil langkah hukum selanjutnya.

Pembuktian terakhir tentang siapa yang terlibat dalam kasus dugaan penyelewengan dana SEA Games 2017 tentu adalah pengadilan. Di sanalah, pihak-pihak yang diduga terkait termasuk Hellen secara leluasa menyampaikan atau membeberkan apakah mereka terlibat atau tidak.

Jaksa Agung pun dalam keterangan persnya usai sholat Jumat di Mesjid Baitul Adli Kejaksaan Agung, Jakarta itu juga mengatakan bahwa pihaknya sangat hati-hati dalam menangani kasus ini. Alasan yang dikemukakan Jaksa Agung, jangan sampai kasus ini berdampak pada persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2018 yang memang sudah di depan mata.

Bahkan Ketua KOI yang juga Ketua INASGOC Erick Tohir juga meminta kasus ini diselesaikan secara hukum. Erick tak menampik bahwa kasus ini sedikitnya mengganggu konsentrasi persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 2018.

Ironis memang di tengah harapan begitu tinggi terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018 yakni sukses sebagai tuan rumah dan prestasi atlet, muncul kasus dugaan penyelewengan dana SEA Games 2017. Yang pasti, kasus ini kembali mencoreng atau menodai olahraga Indonesia yang prestasinya semakin terpuruk. (***)

TINGGALKAN KOMENTAR