JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Radio Republik Indonesia (RRI) dan Persatuan Sepakboal Seluruh Indonesia (PSSI) sesungguhnya memiliki nilai kesamaan dalam perjuangan bangsa. Keduanya sama-sama lahir di tengah bangsa Indonesia berjuang melawan penjajah. Bahkan PSSI yang lahir 19 April 1930 semangat utamanya adalah untuk mempersatukan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar kepada wartawan usai menghadiri launcing RRI sebagai pemegang lisensi hak siar Piala Dunia 2018 Rusia di Loby RRI Jakarta, Selasa, (30/1) malam.

Agum yang juga mantan Ketua Umum KONI Pusat itu menyambut positif dan memberikan apresiasi tinggi kepada RRI yang menjadi pemegang lisensi siaran Piala Dunia 2018 Rusia.”Saya ini suatu hal yang sangat menggembirakan karena RRI sebagai media perjuangan mengambil langkah yang strategis mengingat sepakbola adalah perekat bangsa,”kata Agum yang kini menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu.

Menurut Agum, dengan jangkauan siaran hingga ke pelosok desa di Indonesia, RRI tentu telah memberikan hiburan menarik bagi masyarakat terutama mereka yang tinggal di pedalaman.

”Ya mungkin saja mereka yang tinggal di pedalaman itu tak bisa menangkap siaran televisi karena tak adanya jaringan. Nah, RRI tampil sebagai media alternatif,”tambah pria yang pernah menjabat Gubernur Lemhanas itu.

Hasil gambar untuk foto timnas sepak bola indonesia

ilustrasi timnas Indonesia (Foto/ist)

Menjawab pertanyaan soal belum mampunya timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia, Agum mengatakan sebagai bangsa pejuang kita tak boleh patah semangat atau berhenti berjuang agar timnas sepakbola kita suatu saat bisa merasakan nikmatinya bermain di ajang Piala Dunia.

Piala Dunia itu, lanjut Agum, merupakan impian semua timnas sepakbola di jagat raya ini. Dan Indonesia yang sepertinya agak berat untuk lolos, menurut Agum, tak ada jalan lain kecuali semua elemen sepakbola di negeri ini bersatu dan siap kerja keras.

Untuk melahirkan timnas yang tangguh seperti dikatakan Agum tak semudah membalikkan telapak tangan. Semuanya melalui proses pembinaan jangka panjang dan berkesinambungan.”Dan ingat untuk membangun sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik tentu tak mungkin  dibebankan kepada PSSI. Semua elemen termasuk pemerintah harus mendukung,”demikian Agum Gumelar. TOR-06

TINGGALKAN KOMENTAR