JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Tuan rumah Indonesia membuat langkah kejutan dengan  memasang petenis debutan,  Dhaifullah M Altaf, sebagai tunggal kedua sekaligus main di partai pertama melawan tim  Filipina pada babak pertama Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, 3-4 Februari.

Berdasar drawing (undian) yang dilakukan Jumat, (2/2) siang tadi,  Altaf menghadapi tunggal utama Filipina, Lim Alberto, pada Sabtu (3/2) besok.

David Agung yang dipasang tim Indonesia sebagai tunggal pertama dan main di partai kedua jumpa tunggal kedua Filipina  Jeson Petrombon.

“Komposisi pemain yang  dipasang baik oleh tim Indonesia maupun Filipina sesungguhnya sudah merupakan gambaran kekuatan kedua tim. Dan kami optimistis, petenis-petenis muda yang ada di tim Indonesia ini akan memberikan penampilan terbaik mereka ketika menghadapi Filipina.  Juga Altaf  yang akan turun di partai pertama.  meski ini debutnya di tim Davis, kami yakin. Ia akan tampil terbaik memberikan kemenangan,” kata  non-playing captain Merah Putih, Febi Widhiyanto dalam  Press Conference di tempat pertandingan,  Jumat (2/2).

Tim Indonesia memang dihuni mayoritas petenis muda berusia di bawah 20 tahun, yakni Anthony Susanto (20), Rifqi Fitriadi (19) serta Justin Barki dan Althaf Dhaifullah (17). David Agung Susanto yang berusia 26 tahun menjadi petenis paling senior pada skuad yang dipilih melalui Seleksi Nasional sebulan silam.

“Ini waktunya petenis muda unjuk gigi. Hanya David dan Anthony yang telah memiliki jam terbang bermain di ajang Piala Davis,” tutur Febi yang mempunyai rekor kalah-menang 15-8 saat aktif bermain membela Indonesia pada ajang perebutan lambang supremasi tenis beregu putra dunia itu.

Tentang kekuatan lawan, ayah dua orang putri itu juga tak terlalu merisaukannya.

“Seperti tim Indonesia, Filipina juga datang dengan mayoritas petenis muda. Namun mereka memang sedikit lebih unggul karena tiga diantaranya lebih berpengalaman di pertarungan beregu,” tuturnya.

Target realistis, masing-masing tim akan berusaha mengambil angka kemenangan dari tunggal pertama. Meskipun demikian, kami berharap tunggal kedua juga mampu menyumbangkan kemenangan pada hari pertama,” tambahnya.

Tim Filipina  menyimpan asa untuk memenangi laga ke-12 menghadapi Indonesia pada ajang ini. Kendati  demikian tuan  rumah tetap kuat walau hanya mengandalkan pemain muda dan tidak mudah dikalahkan, skuat Filipina.

“Kami terkejut tuan rumah  memasang debutan di laga ini.  Tapi  kami tetap fokus dengan kekuatan pemain kami untuk memang dari Indonesia.  Cuaca  tak masalah karena Jakarta dan Manila hampir sama kondisinya. Sementara lapangan pertandingan yang baru direnovasi memang memerlukan sedikit adaptasi karena berkarakter lebih lambat. Kami yakin petenis kami mampu mengatasi tekanan penonton,” tutur non-playing captain Filipina, Chris Cuarto.

“Masing-masing petenis telah menjalani persiapan dengan baik. Alberto Lim mengikuti beberapa turnamen Mens Future di China, Francis Alcantara berlatih di Melbourne, Jurence Mendoza menjalani kompetisi antar mahasiswa di Amerika. Mereka siap bertanding akhir pekan ini,” lanjut Chris.

Laga Piala Davis Zona tahun ini menjajal aturan baru yang lebih singkat, dimana hanya berlangsung dalam dua hari dengan sistem best of three. Hari pertama (Sabtu, 3/2) akan mempertemukan single pertama tuan rumah meladeni tunggal kedua regu tamu, sedangkan pemain nomor dua Indonesia bakal menghadapi petenis terbaik Filipina. Partai ganda akan mengawali hari kedua, Minggu (4/2) disusul dengan dua pertarungan tunggal.

Undian hari kedua mempertemukan ganda Indonesia Justin Barli/ David Agung Susanto lawan Alcantara FC/Mentoza JZ. Menyusul kemudian Altaf melawan Petrombon dan David Agung duel dengan Alberto.

Dalam catatan pertemuan itu, Indonesia sementara unggul 6-5, tetapi kalah dalam perjumpaan terakhir di babak yang sama pada musim kompetisi tahun lalu.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR