Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman dan Ketua Umum PB.GABSI Ir.Eka Wahyu Kasih foto bersama tim bridge Indonesia (Foto/Bert Toar Polii)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB.GABSI) tampaknya tak main-main dalam menghadapi Asian Games 2018. Dengan target 3 medali emas di pesta olahraga terbesar empat tahunan di kawasan Asia itu, bridge tak ingin setengah hati dan mereka siap all out.

Sebagai wujud kesungguhan untuk memenuhi target 3 medali emas itu, PB.GABSI mendatangkan pelatih bridge kelas dunia asal Polandia, Kryzstov Martens. Uniknya, Martens juga kini melatih tim bridge Monaco.

Pelatnas cabang bridge akan dimulai Jumat, (2/2) ini hingga 12 Februari mendatang di Wisma PKBI Jakarta. Selanjutnya Hengky Lasut dan kawan-kawan, pada 14 Februari bertolak ke Monaco untuk tampil dalam Kejuaraan European Winter Games ke-2. Even yang bakal diikuti hampir semua negara Eropa itu akan berlangsung 17-23 Februari.

Foto Suharto Olii.

 

Salah satu ofisial bridge Indonesia yang juga akan bertolak ke Monaco, Bert Toar Polii, mengatakan, keikutsertaan tim Indonesia di Kejuaraan European Winter Games tersebut tak lepas dari upaya PB.GABSI meningkatkan kemampuan para pemain.

”Pasalnya dalam even ini semua pemain bridge top Eropa akan ambil bagian. Jadi ini diharapkan sebagai ajang latih tanding bagi para pemain kita yang dipersiapkan ke Asian Games 2018. Dalam try out ini bukan hanya mengasah teknik, juga fisik dan mental tanding para pemain,”kata Bert Toar Polii kepada TribunOlahraga.com.

Upaya Indonesia memasukkan cabang bridge di Asian Games 2018 ini dilandasi oleh satu harapan agar olahraga asah otak itu mampu memberikan kontribusi medali emas bagi kontingen Merah Putih.

Harapan itu memang wajar mengingat prestasi bridge Indonesia sudah mendunia. Namun demikian, persaingan di Asian Games 2018 nanti tentu tak ringan. Cina dan Jepang menjadi pesaing berat tim Indonesia. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR