Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Drs.Idham Aziz didampingi Ketua Pengprov Pertina DKI Hengky Silatang saat memberikan keterangan pers usai pembukaan Kejuaraan Tinju Nasional Piala Kapolda Metro Jaya, (29/1) di Balai Sarbini Jakarta. (Foto/OLII)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Diilhami kesuksesan menggelar Kejuaraan Tinju Nasional Piala Kapolda Metro Jaya 2018, Polda Metro Jaya akan membentuk Sasana Tinju Bhayakara. Sasana in selain bertujuan untuk menampung minat anak muda untuk bertinju juga sekaligus mengeliminir tindakan kriminal di kalangan anak muda.

Hal itu disampaikan Kapolda Metro Jaya saat memberikan sambutan resmi dalam penutupan Kejuaraan Tinju Nasional Piala Kapolda Metro Jaya 2018 di Balai Sarbini, Plaza Semanggi Jakarta, Minggu, (3/2).

Kapolda mengapresiasi pelaksanaan Kejuaraan Tinju Nasional Piala Kapolda Metro Jaya ini. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, Kejuaraan ini mirip kejurnas sehingga ke depan kualitasnya harus meningkat.

”Saya juga menyambut baik inisiatif Pengprov Pertina DKI yang akan mendorong pembentukan Sasana Tinju. Ini suatu ide konsep yang strategis. Sasana Bhayangkara harus menjadi media paling efektif bagi anak muda dalam menyalurkan bakat tinjunya. Dari pada tawuran di jalanan, lebih baik anak-anak muda itu kita arahkan berlatih tinju yang motonya sangat luar biasa, satria di luar dan di atas ring. Asal jangan jadi biang kerok aja,”kata Kapolda Metro Jaya, Idham Aziz.

Hal serupa diakui Ketua Pengprov Pertina DKI Hengky Silatang. Menurut pria yang juga komentator tinju pro di tv-one itu, Piala Kapolda ini diharapkan akan menginspirasi Polda-Polda lainnya di Indonesia.

Artinya, lanjut Hengky, jika seluruh Polda di Indonesia (34 Polda) menggelar kejuaraan tinju, berapa banyak petinju akan terjaring.

”Kolaborasi Polda Metro Jaya dengan Pengrov Pertina DKI untuk menggelar kejuaraan tinju amatir Piala Kapolda Metro Jaya ini semata-mata menambah jumlah frekuensi pertandingan tinju secara nasional. Petinju berbakat akan lahir hanya melaluki kejuaraan,”tambah pria parlente yang juga salah satu manajer di Hotel Century Park Senayan Jakarta itu.

Hengky Silatang (Foto/OLII)

Hengky kemudian menyebut langkah yang dilakukan Ketua Umum PB.Pertina Brigjen Polisi Drs Johny Assadoma yang menggelar kejuaran tingkat yunior, remaja dan kadet di Tomohon, Minahasa, Sulut pada media Maret mendatang.

Johnya Assadoma yang juga Wakapolda Sulut itu, menurut Hengky Silatang ingin membangkitkan kembali kegairahan tinju di Sulut. Pada era 1960-an hingga 1990-an, Sulut dikenal sebagai gudangnya petinju berprestasi.

Nama-nama seperti Yooce Waney, Royke Waney,Adrianus Taroreh, Ilham Lahia, Jefry Londa, Frangky Mamuaya, adalah sederat nama petinju asal bumi nyiur melambai itu yang prestasinya tak hanya disegani di tingkat nasional juga internasonal. TOR-08

 

TINGGALKAN KOMENTAR