PGSI Libatkan Masyarakat & Dunia Usaha Atasi Pendanaan

PGSI Libatkan Masyarakat & Dunia Usaha Atasi Pendanaan

47
0

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Kepengurusan Persatuan Gulat Seluruh Indonesia 2018-2022 pimpinan Trimedya Panjaitan tampaknya ingin melibatkan peran masyarakat dan dunia usaha dalam masalah pendanaan. Memang upaya ini membutuhkan perjuangan mengingat gulat bukan olahraga populer di Indonesia.

Meski gulat olahraga paling tua dimainkan di Olimpiade, popularitasnya di Indonesia kalah jauh dibanding cabang olahraga lain seperti sepakbola, bulutangkis, bola voli dan basket. Oleh karenanya  PGSI mencari inovasi untuk bisa menggalang dana dari sponsor.

Masalah ini menjadi topik utama saat rapat pleno pertama PGSI  di Medan, Sumatera Utara, Minggu (4/2/).

“Gulat harus mampu menumbuhkan perhatian dan kepedulian dari masyarakat, untuk penggalian dan penggalangan dana dari sponsor dan sumber-sumber lainnya,” ungkap Putra Nababan, ketua bidang humas PP PGSI 2018-2022, yang diminta oleh Ketua Umum PP PGSI 2018-2022 Trimedya Panjaitan untuk memaparkan kiat dan strategi memasarkan gulat ke masyarakat dan dunia usaha.

Putra Nababan menjelaskan perlunya pembentukan “brand image” gulat ke masyarakat dan dunia usaha. Untuk itu, gulat garus menyesuaikan diri dengan zaman now atau era milenial sekarang ini. Intinya, gulat harus membuat positioning yang jelas juga di masyarakat.

Pengurus PP PGSI 2018-2022.

Pentingnya penggalangan dana dari masyarakat dan dunia usaha sebelumnya disampaikan oleh Tubagus Deddy “Miing” Gumelar, juga dari bidang humas. “Kita harus bekerja keras untuk menumbuhkan adanya kepedulian atau perhatian dari masyarakat, khususnya sponsor,” ujar Miing.

Apa yang disampaikan Miing langsung diapresiasi oleh Trimedya Panjaitan. Politisi PDIP yang sudah tiga periode di DPR. Trimedya bahkan mengusulkan dana operasional dari urunan pengurus. Untuk itu, Trimedya langsung mengguyurkan Rp100 juta, pengurus lainnya beragam.

Trimedya menunjuk ke setiap pengurus yang ikut rapat pleno untuk menyatakan kesediaannya, terutama para pengusaha yang terlibat dalam kepengurusan dan memang mencintai gulat.

Juniver Girsang, Gusti Randa, Putra Nababan, Miing, Steven Setiabudi Musa, ketua pengprov PGSI DKI Jakarta yang menjadi ketua bidang umum, juga Mohammad Amir yang ketua pengprov PGSI Sultra yang menjadi sekjen di PP PGSI 2018-2022,  tak urung diminta menyumbang. Para pimpinan pengprov yang juga dilibatkan di kepengurusan pusat, semua diminta urunan, seperti Andreas Budi Wirohardjo dari Jateng, Agus Pebrianto dari Kalsel, dan tentunya tuan rumah rapat pleno pertama PP PGSI ini, Radjamin Sirait yang ketua pengprov PGSI Sumut.Dari pengumpulan dana secara spontan ini terhimpun lebih dari Rp.400 juta.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR