JAKARTA-(TribunOlahraga.com))
Meski Korsel absen di test event Asian Games 2018 ini, pelatih kepala tim pamahan Indonesia Denny Triyanto tetap melihat persaingan masih tetap ketat. Kehadiran India, Hongkong, Iran dan Taiwan dinilai Denny tetap menjadikan ajang test event kualitasnya terjaga.

”Persiapan kami menghadapi test event ini sudah berjalan baik, sesuai program yang telah disusun oleh tim pelatih. Apalagi dengan kondisi masa persiapan ke Asian Games sangat mepet memaksa semua atlet harus menyesuaikan kondisi yang ada,”kata Denny

Dalam menghadapi test event ini, tim panahan Indonesia menurunkan 75 persen atlet senior dan 25 persen atlet yunior. Kombinasi antara senior dan yunior ini dimaksudkan untuk menjaga regenerasi. Setelah test event, tim panahan Indonesia akan melakukan berbagai ujicoba ke luar negeri. Ada beberapa turnamen yang bakal dijadikan ajang mengasah kemampuan para atlet diantaranya adalah Piala Dunia yang berlangsung di Shanghai, Cina yang berlangsung April dan di Turki yang digelar Mei.

Sebelumnya, tim panahan Indonesia akan ikut kejuaraan Asia Cup, yang berlangsung 3-9 Maret di Bangkok, Thailand.”Hampir semua negara Asia akan ambil bagian dalam kejuaraan Asia Cup di Bangkok. Ini bisa saja menjadi ajang untuk saling intip kekuatan jelang Asian Games,”tambah suami mantan pemanah nasional Lilis Handayani itu.

Menanggapi lapangan baru panahan di GBK, Denny mengakui sudah memenuhi standart internasional. Hanya saja anginnya kencang karena tidak ada pepohonan. ”Dulu ketika masih banyak pohon, angin tidak terlalu kencang. Oleh karenanya, kita ingin berlatih lebih banyak di lapangan GBK Senayan ini. Sebagai tuan rumah kita harus diuntungkan dalam pengenalan karakter lapangan,”tambahnya.

Soal target, Denny mengatakan meski tanpa dihadiri Korsel, peta kekuatan masih ketat. Namun dia berharap mix tim coumpuno yang sukses meraih medali emas di SEA Games 2017 lalu bisa berbicara banyak di test event ini. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR