Gusti Randa tengah memberikan keterangan pers didamping salah satu Ketua PP PGSI 2018-2022 Agus Pebrianto dan anggota Humas PGSI Tubagus Adi. (Foto/OLII)
JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Sebagai tuan rumah wajar jika Indonesia mengincar satu medali emas dari cabang olahraga gulat pada Asian Games 2018 nanti. Selain memantapkan persiapan teknis, Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP.PGSI) pun juga akan menggarap persiapan non teknis.

Hal itu disampaikan Manajer Tim Gulat Indonesia untuk Asian Games 2018, Gusti Randa kepada sejumlah awak media di Hotel Century Park Senayan Jakarta, Jumat, (9/2) malam.

Mengenai persiapan teknis, Gusti Randa yang juga Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP.PGSI itu menjelaskan akan memaksimalkan kemampuan atlet termasuk mendatangkan pelatih asing asal Uzbekistan.

Tercatat ada 18 pegulat yang dipanggil PGSI untuk menjalani pelatnas yang digelar mulai pekan ketiga Februari ini.

Skuad tim pelatnas ini diambil dari peraih medali emas dari kejurnas senior sekaligus test-event gulat Asian Games XVIII/2018, yang dilangsungkan Oktober tahun lalu di GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Gusti Randa yang hingga kini masih menjadi salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI itu, mengatakan, tempat penggodokan tim pelatnas gulat ini kemungkinan besar akan dilaksanakan di Icuk Sugiarto Training Camp (ISTC), Cisaat, Sukabumi.

”Setelah menjalani pelatnas sekitar dua bulan di ISTC, para atlet pelatnas ini dijadwalkan melakukan serangkaian uji coba ke ke Bulgaria. Di negerinya Ivan Kolev (mantan pelatih timnas PSSI dan Persija) itu, para atlet selain berlatih juga ikut beberapa pertandingan. Mereka di sana mondok selama sekitar tiga bulan hingga menjelang Asian Games dilangsungkan.

Try-out ke Bulgaria ini seperti dijelaskan Gusti Randa, merupakan pilihan dari pelatih kepala Edem Abduraimov. Semula PGSI merencanakan sejumlah ujicoba ke Rusia namun urung karena saat bersamaan ada Piala Dunia di sana.

Namun pemilihan Bulgaria, lanjut Gusti, juga telah melalui pertimbangan matang. Apalagi Bulgaria yang sama-sama masih daratan Eropa Timur, sangat kuat di cabang gulat.

Dalam kesempatan itu, pria yang juga seorang pengacara ini menyampaikan beberapa keputusan dari rapat yang juga dihadiri oleh Ketua Umum PP PGSI 2018-2022 Trimedya Panjaitan dan Tonny Spontana, Kajati DKI Jakarta yang menjadi salah satu penasehat di kepengurusan PP PGSI 2018-2022.

Trimedya Panjaitan sebelumnya sudah menandatangani Surat Keputusan (SK) dari ke-18 pegulat pelatnas tersebut.

Adapun ke-18 pegulat pelatnas berasal dari Kaltiim (6), Jatim (4), Kalsel (3), Jabar (2), serta DKI Jakarta, Banten dan Jambi masing-masing satu.

Dari 18 pegulat tersebut enam berasal dari kelas bebas putra, enam kelas bebas putri dan enam dari kelas grego-roman putra.

Nama-nama ke-18 pegulat yang akan dilanggil ke pelatnas, adalah kelas bebas putra: Eko Roni Saputra (Kaltim/57 kg), Ardiansyah Darmansyah (Kaltim/65 kg), Rendy Aditya Saputra (Kalsel/74 kg), Fahriansyah (Kalsel/86 kg), Efriadi (Jambi/97 kg), Dimas Septo Anugraha (Jatim/125 kg); kelas grego roman: Hasan Sidik (Jatim/59 kg), M.Arliansyah (Kaltim/66 kg), Andika Sulaiman (DKI Jakarta/75 kg), Lulut Gilang Saputra (Jatim/85 kg), Ashar Ramadhani (Kaltim/98 kg), Papang Ramadhani (Kaltim/130 kg); kelas bebas putri: Eka Setiawati (Jabar/48 kg), Dewi Ulfa (Kaltim/53 kg), Mutiara Ayu Ningtyas (Jatim/58 kg), Dewi Atiya (Jabar/63 kg), Desi Shinta (Banten/69 kg), Ridha Wahdaniyaty (Kalse/75 kg).

Dalam menangani pegulat pelatnas Edem Abduraimov yang asal Uzbekistan itu akan didampingi beberapa pelatih lokal.

Menyangkut persiapan non teknis, Gusti mengatakan bahwa pihaknya akan juga membentuk tim pendukung untuk membantu analisis, evaluasi dan monitoring pelatnas.

Gusti juga tak menampik akan melakukan berbagai upaya sejauh tak mencederai sportifitas untuk mewujudkan target 1 medali emas tersebut.”Itu masalah non teknis yang nggak perlu diumumkan kepada masyarakat,”papar penggila sepakbola ini. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR