Ketua INASGOC Erick Tohir didampingi Wakil Ketua INASGOC Sjafrie Sjamsoeddin memberikan keterangan pers ikhwal pelaksanaan Test Event Road to Asian Games 2018 di Main Press Center (MPC) Ball Room Hotel Century Senayan Jakarta, Jumat, (9/2). (Foto/OLII)
JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Pelaksanaan test event Asian Games 2018 yang berlangsung selama dua pekan ini sesungguhnya bukan samat-mata melihat sisi pertandingan cabang olahraga saja tetapi juga untuk mendeteksi kekurangan tuan rumah. Sejak, hari pertama dan hingga hari kedua, evaluasi sementara yang menonjol adalah masalah transportasi. Transportasi tidak bisa prima karena sulitnya menurunkan tingkat kemacetan.
Ketua INASGOC Erick Tohir dalam jumpa pers resmi di Main Press Center (MPC) Invitation Tournament Asian Games 2018, Ball Room Hotel Century Senayan Jakarta, Jumat, (9/2) menjelaskan masalah kemacetan memang masih memburuhkan perhatian serius.
”Memang ada perjalanan dari atlet village ke tempat pertandingan hanya ditempuh dengan waktu di bawah 30 menit (27 ment) saja. Tetapi ada juga yang membutuhkan waktu hingga lebih dari satu jam, padahal sudah menggunakan patroli pemandu dari pihak kepolisian,”kata Erick yang dalam jumpa pers itu didampingi Wakil ketua INASCOG Sjafrie Sjamsoeddin dan Deputi Sport INASGOC Harry Warganegara itu.
Dalam test event ini, lanjut Eric, pihaknya sudah menggunakan dua opsi transportasi yakni jalur khusus Asian Games dan jalan tol. Khusus jalur Asian Games menggunakan jalur bus way dengan tetap dikawal oleh pihak kepolisian.
Untuk mengantisipasi kemungkinan titik kemacetan makin parah, Erick mencoba melempar usulan sebagai solusi diantaranya meliburkan jam sekolah dan jam-jam kantor disesuaikan. Namun kebijakan ini tentu menjadi kewenangan pihak lain.”Ini yang akan kita sampaikan dalam evaluasi secara menyeluruh dengan semua panitia INASGOC,”papar Ketua KOI ini.
Diakui Erik, memang tidak mungkin menurunkan kemacetan seratus persen apalagi di kota metropolitan seperti Jakarta. Dalam estimasi Erick, bisa menurunkan tingkat kemacetan sampai 30 persen saja sudah bagus. Untuk akses keluar-masuk kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, akan menggunakan dua pintu yakni pintu khusus penonton dan pintu bagi mereka yang memiliki akreditasi.
Mengenai venue pertandingan, menurut Erick pada prinsipnya sudah tidak ada masalah serius. Ke-10 cabang olahraga yang akan ikut test event dipastikan tak akan menemui kendala berarti terkait dengan venue. Yang jelas, masing-masing manajer venue dari 10 cabor peserta test event ini tetap memperhatikan jika ada keluhan dari mereka. Ini juga menjadi bagian evalusia untuk penyempurnaan ke depan.Begitu juga halnya dengan wisma atlet di Kemayoran yang menurut Erick, sudah tak masalah. .
Sementara itu Wakil Ketua INASGOC, Sjafrie Sjamsoeddin menambahkan bahwa tess event ini juga bagian dari upaya panitia untuk memperbaiki diri agar pada saat Asian Games 2018 berlangsung mereka benar-benar siap.”Dari berbagai potensi masalah yang muncul, masalah keamanan juga tak bisa diabaikan. Justru dengan pemberlakuan standart internasional, isu keamanan jangan diremehkan karena bisa memunculkkan polemik.TOR-08

 

TINGGALKAN KOMENTAR