JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Kompleks Wisma Atlet (Atlet Village) yang terletak di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat pengamanannya berada di bawah kendali Kepolisian Sektor (Polsek) Kemayoran Jakarta Pusat.Sekitar 200 personil dikerahkan untuk Test Event Road to Asian Games 2018 yang berlangsung sejak 8-15 Februari.

Kapolsek Kemayoran Kompol Saiful Anwar mengatakan, meski baru test event, penjagaan dilakukan super ketat menginngat pesertanya bukan hanya dari Indonesia juga berasal dari manca negara.

“Kami tak mau mengambil risiko sekecil apapun,siapa pun yang keluar masuk kawasan wisma atlet ini harus memiliki akreditasi resmi INASGOC. Pada saat Asian Games berlangsung,jumlah personel akan lebih banyak karena jumlah pesertanya juga banyak, sudah 45 negara,”ujar Kapolsek Kemayoran,Kompol Saiful seperti dikutip TribunOlahraga.com dari Seputar Polisi, Selama (13/2).

Dijelaskan, Wisma Atlet dijaga non stop dengan 17 titik pos penjagaan yang berpakaian dinas.”Prinsipnya yang akan masuk wajib menggunakan Id Card. Kita hanya menggunakan satu pintu untuk keluar masuk,” tambah Saiful yang didamping Ricky Joe koordinator pihak keamanan dari INASGOC.

Selama berlangsungnya Invitation Tournament hingga saat ini tidak ada gangguan yang terjadi di Wisma Atlet. Pihak keamanan sendiri sebelum bertugas setiap hari melakukan apel jam 8 pagi dan jam 8 malam. Semua terdiri dari Brimob, Gegana,Polres dan Polsek dan intel disebar di kawasan Wisma Atlet. Kapolsek dalam apel mengingatkan kepada anggotanya agar menjaga sopan santu, tidak boleh ada yang lengah, mereka dilarang merokok saat bertugas dan main handphone.

Karena yang dijaga bukan hanya orang Indonesia, kita tidak mau mereka balik ke negara membawa kesan yang tidak baik. “Khusus untuk kedatangan pejabat negara misalkan Presiden dan Wakil Presiden, ada yang namanya proptapos untuk khusus menjaga kepala negara. Sebelum hari-H nya kita koordinasikan dengan apel bersama ,” ungkap Kompol Saiful.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR