JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
DUA provinsi Bali dan Nusa Tenggara Barat bukan saja unggul dari letak geografis namun juga sudah siap secara sarana dan prasarana serta menawarkan pelayanan yang terbaik bila dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024.

Keindahan alam dan keramahan budaya juga menjadi nilai tambah Bali-NTB saat menjamu para tamu yang hadir pada pesta olahraga akbar di Tanah Air itu.

Dengan keunggulan itu maka Bali-NTB optimistis melakoni pemilihan penentuan tuan rumah PON 2024 yang akan dilaksanakan pada Musyarawah Nasional Luar Biasa (Musornaslub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa,  (24/4).

Dalam pemilihan tuan rumah PON 2024 itu Bali akan bersaing dengan dua calon lainnya, Sumatera Utara dan Aceh yang juga menjadi calon tuan rumah bersama serta Kalimantan Selatan. Semula ada Sumatera Barat namun sebelum perang dimulai sudah menghilang di tengah jalan.

“Kami lakoni dengan enjoy permainan ini. Permainan akan bagus bila semua bersikap fair play menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran dan menggunakan hati nurani dalam mencari yang terbaik dan bukan pemenang,” kata Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi kepada wartawan di Jakarta, Senin(23/4).

Dikatakan, permainan memang belum dimulai. Namun pihaknya memiliki optimisme Bali-NTB akan terpilih. Bukan saja pemerintah daerah kedua provinsi sudah mensuport penuh namun berdasarkan road show ke daerah-daerah lainnya di Indonesia, Bali-NTB mendapat dukungan dari 25 provinsi. Bila dilihat dari 34 provinsi yang memilih maka sebenarnya Bali-NTB yang layak terpilih.

“Kami menyadari dalam permainan apa pun bisa terjadi. Sekarang kami melihat apa yang diutamakan logika atau kepentingan pragmatis? Melihat sambutan dari tiap-tiap daerah yang kami kunjungi saya melihat hampir semua mengutamakan logika. Mudah-mudahan semua berjalan dengan enjoy,” ujarnya.

Soal apa keunggulan Bali-NTB, Suwandi menyatakan, semuanya sudah bisa melihat dan merasakan. Bali mempunyai sarana dan prasarana yang siap. Juga soal akomodasi dan keindahan alam serta budaya yang memikat dunia internasional. Terlebih lagi, geografis Bali yang berada di tengah-tengah kepulauan di Indonesia cukup menguntungkan dari jarak tempuh perjalanan para kontingen yang akan bertanding. Selain itu, pulau wisata ini juga punya daya tarik tersendiri.

Lombok juga demikian sehingga duet Bali-NBT amat serasi dan indah untuk menjadi penyelenggara PON 2024. Selain berolahraga, para atlet yang nantinya singgah di pulau Bali dan NTB juga berkesempatan melakukan kunjungan wisata.

Apalagi Bali-NTB mengusung tema Sport, Tourism and Culture. Dimana peserta PON selain berkompetisi dengan sarana dan parasana serta pelayanan yang baik, para peserta sekaligus liburan dan juga disuguhi atraksi budaya.

Sementara itu Ketua KONI NTB H.Andy Hadianto menyatakan Bali-NTB akan memberikan transportasi laut gratis dari Bali menuju NTB. Selain menawarkan transportasi laut gratis, Bali-NTB juga akan menanggung 50 persen biaya transportasi lokal menuju venues pertandingan dan menanggung 50 persen biaya akomodasi untuk peserta.

“Kalau NTB terpilih, 50 persen biaya transportasi dan konsumsi kontingen ditanggung tuan rumah. Gratis kunjungan keseluruh destinasi, gratis transportasi antara venue transportasi laut antara Bali dan NTB,” tuturnya.

Ia juga mengaku optimistis daerah lain akan bersikap realistis dalam pemilihan tuan rumah PON 2024 ini. Semua sudah melihat kesiapan Bali-NTB ketika menghadiri seminar Sport and Tourism.

“Ingat juga, Bali-NTB yang masuk wilayah tengah Indonesia yang terkenal dengan sebutan Sunda Kecil belum pernah menjadi tuan rumah. Sumatera sudah dan Kalimantan juga sudah. Alangkah baiknya sekarang Bali-NTB yang diberi kepercayaan,” katanya. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR