JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Belum genap sebulan menjalani latihan di Ukraina, enam petinju pelatnas Asian Games 2018 sudah banyak mengalami kemajuan. Hal ini terkait dengan adanya keterlibatan Prof Valentine Ostyanov dalam menyusun program latihan peningkatan speed dan power.

“Keterlibatan Valentine Ostyanov sangat membantu. Masalah speed dan power yang dialami petinju Indonesia sudah teratasi,” kata Pelatih Kepala Tim Tinju Pelatnas Asian Games 2018, Adi Suwandana yang dihubungi melalui WhatsApp, Minggu (6/5/2018).

Lantas apa program latihan yang diberikan Ostyanov untuk meningkatkan speed dan power petinju? Adi Suwandana menjawab, “Fokus latihan kekuatan dan kecepatan otot tangan sesuai arahan Ostyanov itu yang membawa perubahan siginifikan.”

Meski terjadi kemajuan tersebut Adi yang didampingi Bonix Saweho menangani Mario Blasius Kalli dan kawan-kawan mengaku tetap tidak puas. Dia akan terus berusaha meningkatkan kualitas petinju yang menjalani latihan di Kherson, Ukraina.

“Kami akan berusaha meningkatkan kemampuan mereka sampai maksimal sesuai dengan kebutuhan di kelas masing-masing,” kata Adi yang mengaku usai mengajak petinju berenang untuk recovery selesai latihan daya tahan kekuatan otot.

Disinggung masalah kondisi fisik petinju, Adi mengatakan cukup bagus. Bahkan, dia menyebut mereka cepat beradaptasi dengan perubahan suhu dari dingin ke panas.

Pada pertandingan uji coba pertama pada Open Tournament di Kherson, 10-14 April 2018, Indonesia menampilkan seluruh petinju. Yakni, Mario Blasius Kalli (kelas 49kg), Aldoms Suguro (52kg), Sunan Agung Amoragam (56kg), Farrand Papendang (60kg), Libertus Gha (64kg), dan Sarohatua Lumbatobing (69kg).

“Di Open Tournament, kita kebagian 1 medali perak melalui Mario dan 2 perunggu dari Aldoms dan Farrand,” katanya.

Dalam rangka meningkatkan prestasi dan mengasah kemampuan, kata Adi, Tim Tinju Pelatnas Asian Games 2018 menjalani sparring partner dengan petinju Uzbekistan, Kazakhstan, dan Maroko.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR