Sekjen PP.PSI, Tri Goestoro ikut menyaksikan drawing cabang olahraga squash Asian Games 2018. (Foto/ist)
JAKARTA-(TribunOlahraga.com)
Cabang olahraga squash melakukan drawing atau pengundian peserta yang akan bertanding di Asian Games 2018, Jumat (10/8/2018) di Ruang COC, Gedung INASGOC, Jakarta.
Panitia pelaksana cabor squash menggodok sebanyak 64 pemain yang berasal dari 18 negara peserta sejak pukul 10.00 WIB. Dari seluruh peserta yang diundi tersebut, terdiri dari 32 tunggal putra dan 28 tunggal putri dari seluruh negara peserta, yang akan bertanding Kamis, (23/8).

Saat drawing berlangsung dihadiri para saksi yang berasal dari The Olympic Council of Asia (OCA) Matthew Kidson dan Technical Delegate Asian Squash Federation (ASF) Emily Mak.

Hanya dari Indonesia sebagai tuan rumah, hadir ke acara drawing tersebut, dari PB Squash Indonesia seperti Tri Goestoro, Max Sumantri, dan Brigitta T. Kijono. Selain ada juga Manajer Timnas Andhika P. Junaidi, serta dua pelatih Djoni Supardi dan Nuryanto.

Menurut Emily dari ASF, proses drawing yang tidak dihadiri perwakilan masing-masing negara peserta memang sudah sejalan dengan regulasi. Sebab tidak ada aturan melarangnya.

“Sepanjang ada saksi dari pihak-pihak atau organisasi terkait, jadi hasil drawing ini sah,” kata Emily.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa negara-negara peserta memang belum ada yang datang ke Indonesia, mengingat tanggal pertandingan yang masih lama.

“Pertandingan baru dimulai pada 23 Agustus, jadi kemungkinan negara-negara peserta baru akan datang sekitar tanggal 18 atau tanggal 19 Agustus ini,” lanjut Emily.

Sebagai catatan, jumlah peserta di putaran pertama pertandingan squash dari tunggal putri berjumlah lebih sedikit, lantaran ada empat peserta yang langsung lolos ke babak berikutnya (bye). Sebab, keempat peserta tersebut berstatus juara sehingga tidak diharuskan lagi menjalani putaran pertama.

Terkait hasil drawing itu sendiri, perwakilan kontingen Indonesia dan juga pelatih di PB Squash Indonesia, Nuryanto, mengaku bahwa tidak ada masalah dengan hasil drawing tersebut. Mesekipun Yeni Siti Rohmah -salah satu atlet Indonesia- akan menghadapi wakil Thailand di babak pertama.

Menurutnya, terpenting adalah menyikapi hasil drawing dan siapa yang menjadi lawan timnas nanti secara realistis. “Kami menyikapinya dengan realistis,” kata Nuryanto saat diminta tanggapannya.

“Harus diakui, lawan berada pada posisi unggulan. Namun masih ada 13 hari yang bisa dimaksimalkan.”tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR