Srisaket Sor Rungvisa (kiri) & Jerwin Ancajas.

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

SRISAKET Sor Rungvisai (47-4-1, 41 KO) atau nama aslinya Wisaksil Wangek, 31 tahun, baru saja sukses mempertahankan gelar kelas layang super (52,16kg) WBC dengan kemenangan angka atas Iran Diaz di Pak Kret, Thailand, 6 Oktober.

Setelah kemenangan itu, ia berdiri di atas ring bersama juara kelas bantam junior (layang super) IBF Jerwin Ancajas dari Filipina. Ini semacam proklamasi rencana pertarungan unifikasi gelar dalam waktu dekat. Sean Gibbons, agen Ancajas, tentu menyambut hangat kemungkinan itu.

“Jerwin ingin bertarung melawan terbaik,” kata Gibbons. “Ia ingin teken kontrak pertarungan. Ia menyaksikan sang juara (Sor Rungvisai) bertarung dari sisi ring dan ia menyukai duel itu. Saya suka laga Champion versus Champion. Tinju adalah pertunjukan dan duel itu sempurna buat Jerwin. Salah satunya akan KO.”

Ancajas (30-1-2, 20 KO) bertarung split draw melawan Alejandro Barrios, 29 September. Ia salah satu petinju paling rajin bertarung. Terhitung sejak merebut gelar dari McJoe Arroyo, September 2016, ia sudah enam kali mempertahankan gelar.

Sejak duel lawan Arrojo di Filipina, ia mempertahankan gelarnya di banyak negara: Macau, Australia, Irlandia, dan tiga kali di AS. Tak masalah jika ia juga harus bertarung melawan Sor Rungvisai di Thailand.

“Saya datang ke Thailand, Sabtu malam (pekan lalu) untuk menyaksikan duel dengan mata kepala saya sendiri,” kata Ancajas, petinju kidal berusia 26. “Saya suka, ia sesuai dengan gaya saya. Ini akan jadi matador lawan banteng. Ia akan selalu maju dan bertukar pukulan. Saya tak suka dengan petinju yang lari-lari, jadi Sor Rungvisai sempurna buat saya.”

“Sudah lama sekali saya menginginkan duel seperti ini, saya bicara dengan promotor saya, Joven Sports, Manny Pacquiao, dan Bob Arum. Saya minta mereka bawa saya ke pertarungan ini (lawan Sor Rungvisai).”.TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR