Ikbal Rama Dipayana (Foto/Bert Toar Polii)

PADANG-(TribunOlahraga.com)

Padang menyatakan siap menggelar Kongres GABSI XXV dan Kejurnas Bridge ke 56 tahun 2018 yang berlangsung 6-15 Desember.Bahkan Panpel bertekad menjadikan sebagai Kongres dan Kejurnas termegah dalam sejarah Gabsi.

Apa yang menjadi penyebab tekad mereka, padahal Padang terakhir menyelenggarakan Kejurnas Bridge tahun 1988 atau 30 tahun yang lalu.

Menurut Ketua Panpel, Iqbal Rama Dipayana yang juga Kabiro Perekonomian Provinsi Sumbar, dua hajatan besar PB Gabsi diakhir tahun 2018 sekaligus sebagai tanda berakhirnya tugas PB Gabsi masa bakti 2014-2018 akan diadakan di dua hotel berkelas di kota Padang

Kongres Gabsi yang akan berlangsung tanggal 6-7 Desember 2018 yang sekaligus menjadi ajang pemilihan Ketua Umum PB Gabsi masa bakti 2019 – 2022 akan diadakan di Hotel Pangeran Beach.

Kemudian acara Kejurnas Bridge 2018 yang berlangsung tanggal 9-15 Desember akan diadakan di Grand Inna Padang Hotel Convention & Eksibition.Apa yang disampaikan Ketua Panpel itu memang benar.

Bert Toar Polii, Wakil Ketua Bidang Teknik PB Gabsi yang datang ke Padang selama dua hari 16-17 Oktober meninjau persiapan Padang menyampaikan, ia yang sudah berpengalaman mengikuti dua acara ini sejak tahun 1975 di Magelang dan tidak pernah absen sampai saat ini belum pernah merasakan bermain ditempat semegah dan selengkap ini.

Mungkin yang bisa menyaingi hanya Kejurnas Batam di Golden View Hotel dan Kejurnas Manado di Lion Hotel.Selain kedua hotel diatas, disekitar venue juga bertebaran hotel-hotel yang bisa menjadi pilihan buat peserta. Kota Padang memang berkembang pesat.

Pada Kejurnas Bridge di Padang akan diawali Kejurnas Antar Propinsi yang akan mempertandingkan Kelas A yang terdiri dari 8 tim dan sisanya bermain di kelas B. Akan ada promosi dan degradasi dimana peringkat 5-8 Kelas A akan digantikan oleh juara 1-3 Kelas B. Selain itu dipertandingkan juga Antar Propinsi Senior, Mixed dan Putri.
Antar Propinsi Kelas A:

DKI Jaya, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, Gorontalo, Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan.Di Kelas B pertarungan akan ramai karena pasti tuan rumah dan regu-regu tangguh seperti Banten, DIY, Sumsel akan berusaha sekuat tenaga untuk kembali ke kelas A.

Nomor pertandingan berikutnya adalah Antar Kabupaten/Kota atau lebih popular dengan nomor Antar Gabungan.Nomor pertandingan sama dengan Antar Propinsi bedanya ini hanya satu tim semua sedangkan Antar Propinsi Kelas A dan B dua tim.

Kabupaten/Kota di Kelas A adalah : Manado, Jakarta Pusat, Kudus, Minahasa, Kepulauan Talaud, Kota Bandung, Kota Bitung, Kota Surabaya, Kota Bekasi, Kab. Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Bekasi, Indra Hulu, Tomohon, Jakarta Timur dan Kota Bogor.
Disini juga akan terjadi persaingan yang seru karena ada beberapa langganan kelas A yang ingin kembali, seperti Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Semarang, Palembang dan lain-lain. Belum lagi tuan rumah akan menerjunkan minimal 12 Kabupaten/Kota untuk meramaikan persaingan.

Pertandingan lain adalah Kejurnas Pasangan yang mempertandingkan semua kategori Putra, Putri, Senior dan mixed dan Indonesia Open dimana dipertandingkan juga nomor junior U26, Girl U26 dan U21. Ada juga tambahan nomor baru, yaitu master pairs yang akan diselenggarakan pada malam hari.

Selain nomor-nomor resmi diatas, diadakan dua partai tambahan nomor pasangan, Walikota Cup dan Dispora Cup khusus Mixed Pairs. Selain nomor Antar Propinsi dan Kabupaten/Kota, nomor lain terbuka untuk siapa saja karena itu Panpel juga akan mengirimkan undangan ke negara-negara Asean untuk ikut berpartisipasi sekaligus menikmati keindahan parawisata Sumbar dan kelesatan kulinernya.

Khusus mengaitkan event olahraga dan parawisata, Panpel mengajak agar para peserta untuk tinggal sehari yaitu pada hari Minggu tanggal 16 Desember 2018 dimana Panpel akan mengajak peserta menikmati Puncak Mandeh, Raja Ampatnya Sumbar.
Selain itu, pertandingan akan disiarkan secara live melalui Bridge Base Online.TOR-08

Suka

Komentari

TINGGALKAN KOMENTAR