Atlet jetski Indonesia Aqsa Sutan Aswar asal DKI berkompetisi dalam final nomor endurance run about di Asian Games 2018, Jakarta, Minggu (26/8/2018). Aqsa berhasil meraih emas.(AFP PHOTO/FRED DUFOUR)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantah adanya berita yang beredar di beberapa media, terkait adanya bonus yang diberikan kepada para atlet asal DKI Jakarta peraih medali di Asian Games 2018, yang tidak sesuai janji. Para atlet peraih menyarankan agar pemerintah sebaiknya tidak usah menebar janji manis jika tak mampu menepatinya.

Pemprov DKI Jakarta pernah mengumumkan bahwa mereka menaikkan jumlah bonus yang akan diberikan kepada atlet yang meraih medali. Peraih medali emas yang semula dijanjikan mendapat Rp 300 juta naik menjadi Rp 750 juta, medali perak dari Rp 150 juta menjadi 250 juta, dan medali perunggu dari awalnya Rp 90 juta menjadi Rp 125 juta.

Kepala Bidang Olahraga Prestasi Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta, Ondang Gufron menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Keputusan Gubernur no. 1591 Tahun 2018 Tanggal 26 Oktober 2018 tentang Satuan Biaya Penghargaan Prestasi Olahraga, menjanjikan kepada atlet peraih medali asal DKI Jakarta di Asian Games 2018 diberikan bonus.

Besaran bonus itu, menurut Gufron, diberikan setengah dari jumlah yang diberikan Kemenpora. Jika medali emas dari Kemenpora sebesar Rp 1,5 miliar maka atlet DKI menerima Rp 750 juta, perak Rp 500 juta menjadi Rp 250 juta, dan perunggu Rp 250 juta menjadi Rp 125 juta.

Awalnya Gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan menjanjikan bonus Rp 300 juta bagi peraih medali emas asal DKI Jakarta, perak Rp 150 juta dan perunggu Rp 90 juta. “Akhirnya Pemprov DKI Jakarta mengacu kepada Kemenpora dengan menaikkan menjadi setengah yang diberikan Pemerintah Pusat,” ujar Gufron.

Disebutkan Gufron, jika medali perak menjadi Rp 500 juta dan perunggu Rp 250 juta, maka jumlahnya sama dengan yang diberikan Kemenpora. “Tidak benar kalau jumlahnya sama dengan Pemerintah Pusat,” tambah Gufron seraya menuturkan kalau bonus yang diberikan DKI Jakarta lebih tinggi ketimbang daerah-daerah lain di Indonesia, seperti Jateng Rp 100 juta bagi peraih medali emas.

Kenaikan bonus yang diberikan itu merupakan usulan dari KONI DKI Jakarta dan sudah disetujui DPRD DKI Jakarta. “Usulan KONI DKI Jakarta itu mengacu kepada bonus yang diberikan Kemenpora dengan memberikan setengahnya,” ucapnya.

Selain itu, pajak dari bonus yang dikeluarkan pajaknya ditanggung Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Tidak benar pajak ditanggung atlet dan tidak benar juga kalau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pencitraan,” tukas Gufron. TOR-08/Siaran Pers Resmi Dispora DKI

TINGGALKAN KOMENTAR