Oleh : Bert Toar Polii

World Bridge Federation sepertinya menjadikan China sebagai alternative jika ada negara yang membatalkan perjanjian menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia. Sebelumnya sesuai perjanjiaan antara World Bridge Federation dan Federasi Bridge Belanda telah sepakat World Bridge Team Championship 2019 akan digelar di Belanda.

Namun kemudian Belanda memilih mundur karena sesuatu alasan dan WBF memilih China yang selalu siap menggantikan. Padahal tahun 2014 yang lalu, China baru saja menjadi tuan rumah World Bridge Series di Sanya.

Awalnya kejuaraan akan digelar di Sanya kembali tapi mungkin karena masalah waktu yang tidak sesuai maka akhirnya dipilih Wuhan yang baru saja menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Bridge Junior.

Event akan digelar di the Wuhan International Convention Center, Wuhan, Hubei Province, China from Saturday 14th to Saturday 28th September 2019.Sekedar untuk diketahui, event ini awalnya mempertandingkan Bermuda Bowl, Venice Cup dan D’Orsi Senior Bowl serta World Transnational open team Championships.

Kejuaraan ini terakhir diselenggarakan di Lyon, Perancis pada tahun 2017. Ini berarti event ini diselenggarakan dua tahun sekali.Namun tahun ini, WBF menambahkan satu nomor pertandingan baru, yaitu Mixed Team National Championship serta menambah jumlah peserta menjadi 24 negara ketimbang 22 negara seperti selama ini. Event ini akan semakin berbobot dan berat karena tambahan kuota dua negara diambil dari Zone Eropa.
Dengan demikian kuota dari setiap zone menjadi :

Zone 1 Europe 8 Teams
Zone 2 North America 3 Teams
Zone 3 South America 2 Teams
Zone 4 BFAME 2 Teams
Zone 5 CACBF 1 Team
Zone 6 APBF 3 Teams + the host team
Zone 7 South Pacific 2 teams
Zone 8 Africa 2 teams

Zone VI Asia Pacific dimana Indonesia menjadi anggota mendapat keuntungan karena salah satu saingan utama China otomatis lolos karena menjadi tuan rumah.
Untuk itu dalam APBF Championships yang akan digelar pada bulan Juni di Singapura, akan menjadi ajang kompetisi mencari 3 negara yang bakal mewakili Zone VI di Kejuaraan Dunia 2019 di Wuhan nanti dimana China tidak masuk hitungan.

Melihat komposisi pemain serta memanfaatkan pembinaan saat mengikuti Asian Games maka rasanya tidak terlalu sulit buat Indonesia meloloskan Open, Ladies, Mixed dan Senior Team ke Wuhan nanti. Hanya saja jika ingin berprestasi baik atau bisa meraih medali di Wuhan nanti perlu persiapan yang matang. Semoga PB Gabsi terpilih di Kongres Gabsi di Padang nanti bisa menuntaskan target Juara Dunia yang sudah dicanangkan sejak tahun 2000 di masa kepengurusan Wiranto. ****

TINGGALKAN KOMENTAR