BOGOR-(TribunOlahraga.com)

Luar biasa, itulah kalimat yang pantas dialamatkan kepada pembalap kawakan Alvin Bahar. Pembalap yang setia memberla tim Honda Racing Indonesia, itu mencatat prestasi spesial selama hampir 20 tahun berkarir balapnya dengan 7 kali meraih gelar juara nasional.

 

Apalagi kemenangan Alvin Bahar ini diperoleh di tengah ketatnya persaingan. Putra pasangan pembalap Aswin Bahar (almarhum) dan Evie Bahar itu  selain meraih posisi pertama di kelas bergengsi ITCC 1600 Max, Alvin juga merasa kemenangan kali ini juga jauh lebih bermakna karena bisa naik podium pertama kali bersama putra sulungnya Avila Bahar yang finis ketiga setelah Alvin dan Haridarma Manoppo di tempat kedua.

Sukses Alvin dan putranya Avila juga membuktikan generasi keluarga Aswin Bahar masih tetap eksie berprestasi di dunia balap mobil nasional. Aswin Bahar adalah salah satu pembalap nasional yang prestasinya cukup digenai lawan. Nama Aswin berkibar bersama pembalap lainnya seperti Tinton Suprapto, Chandra Alim dan Dolly In dra Nasution.

Tampil mencengangkan sejak start di kelas bergengsi pada putaran 6 Indonesian Sentul Series OF Motorsport (ISSOM) 2018 di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/11), Alvin langsung mendominasi kelas bergengsi di putaran 6 ISSOM itu. Sejumlah perubahan yang dilakukan sampai merubah Dyno dan strategi akhirnya berjalan mulus. Keyakinan patennya mobil yang sudah dirasakan sejak sesi kualifikasi, benar-benar jadi kenyataan hingga Alvin finis di posisi pertama diikuti Haridarma Manoppo (TTI) dan putra sulung Alvin, Avila Bahar di tempat ketiga.

Alvin mencatat waktu total 1:51.066 detik, Haridarma dengan 1:51.432 detik. Sedangkan Avila dengan total waktu, 1:52.415 detik. Menurut Alvin, hasil ini adalah pemicu baginya untuk mengejar ketertinggalan poin dari Haridarma di seri pamungkas di Sirkuit Bumi Serpong Damai (BSD) 2 Desember mendatang.

Meski dapat tambahan tiga poin,. Alvin masih tertinggal 6 poin dari Haridarma. “Saya akan berjuang keras mengejar ketertinggalan poin dari Haridarma sampai seri pamungkas di BSD nanti. Yang pasti, selain bahagia karena bisa satu podium juara dengan anak sendiri, saya puas karena bisa juara di balapan siang sehingga tak saja dapat sebutan ‘Raja Malam’ setelah juara ‘Night Race’ pada 18 Agustus lalu, tapi sudah ada bukti kalau saya sekarang raja malam juga raja siang,” kelakar Alvin Bahar usai lomba.

Alvin juga mengatakan, kemenangan ini jadi acuan bagging mempersiapkan pacuannya jelang seri pamungkas sekaligus menatap balapan musim 2019 mendatang.”Untuk balapan di BSD persiapan sudah hampir 100%. Mulai ‘planning’ dan  strategi. Pastinya kami sudah hafal dengan trek yang akan digunakan tinggal meng-improve lagi,” katanya. Selisih 6 poin dari Haridarma memang cukup berat sehingga Alvin memang harus berjuang mati-matian untuk bisa juara di seri pamungkas sambil berharap Haridarma out dari podium. Dengan begitu, tak mustahil juara nasional bisa langsung digenggam.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR